Antara Budaya, Hantu dan Pikiran

May 1, 2009 at 11:36 am (Uncategorized)

dany

Saya termasuk orang yang agak sedikit peka dengan perbedaan budaya diantara negara negara. walopun kenyataannya, menjadi seorang budayawan itu ternyata susah. bagaimana bisa? menjadi orang berbudaya saja susah. apalagi menjadi budayawan. kalau menjadi buayawan sih masih gampang saja. tinggal nggambus sana sini dan gotchaa. jadilah anda seorang buayawan.

tapi kali ini yang akan saya tulis bukan tips dan cara cara jadi buaya. yang saya akan bahas disini adalah hantu. iya betul, hantu. hantu disini bukan hantu sembarang hantu. tapi hantu yang saya maksud kali ini adalah hantu multi nasional. sudah mengalami cross cultural understanding.

ya, yang saya ingin bahas disini adalah ternyata wujud hantu itu dipengaruhi oleh budaya. jadi begini, orang barat, mungkin mengira kalau pocong itu gag serem dan malah kayak permen di bungkus. tapi kalau orang jawa tau pocong. pasti langsung lari terkencing kencing. sama halnya, kenapa koq kalau di indonesia koq gag ada manusia srigala, gag ada vampire. yang ada justru tante kunti, mbah gendrawi dan sejenisnya.

setelah dipelajari (oleh otak dangkal saya). ternyata hantu itu pengaruh dari sebuah budaya. jadi masyarakat yang melihat hantu tersebutlah yang membayangkan bentuk hantunya mengikuti imajinasi si penglihat. misalnya orang barat yang mind set nya bahwa hantu itu vampir, maka tidak akan takut jikalau lewat sebuah kuburan yang ada pohon beringin besarnya. karena mereka ngga tau. dan secara visualitas yang muncul dipikiran mereka adalah berbeda.

saya jadi berandai andai, kalaupun saya pergi ke singapur atau ke ostrali sana akan ketemu semacam itu ngga ya. dan apakah kalau bertemu dengan saya maka hantu itu akan berubah bentuk menjadi seperti mind set saya. atau tetap seperti mind set orang sana. kan ngga lucu juga kalau tiba tiba hantunya ndadak berubah dulu kayak son goku berubah jadi super saiya.

sumonggo, kalau ada sudut pandang lain. silahkan bertukar pikiran dengan saya.

salam hangat,

danindra

3 Comments

  1. mardee said,

    menurut saya sih jin-nya itu yang menyesuaikan diri..
    karena -sebagian- tujuan mereka menakuti manusia, jadi mereka menampakkan diri menyesuaikan (budaya) orang yang akan ditakuti. jadi kemungkinan besar kita tidak akan melihat pocong di luar negeri.

    sebagian lagi cuma ingin menunjukkan bahwa mereka itu ada. Jin seperti manusia juga, cuma berbeda alam. mereka juga berjenis kelamin, ada yg baik ada yg jahat, dan berbudaya juga. budaya mereka otomatis akan mengikuti daerah sekitar mereka hidup.
    wallahu a’lam..

  2. fashion stok said,

    wah kalo gitu, gimana ya rupa hantu luar negri. pengen liat..

  3. sesy said,

    ndra, menurutku apapun yang g bisa di lihat itu menakutkan. selama aku bisa melihat tente kunti dan konco2nya or werewolf, vampire, and friends, rak sido wedi.

Post a Comment