Antara Budaya, Hantu dan Pikiran

Saya termasuk orang yang agak sedikit peka dengan perbedaan budaya diantara negara negara. walopun kenyataannya, menjadi seorang budayawan itu ternyata susah. bagaimana bisa? menjadi orang berbudaya saja susah. apalagi menjadi budayawan. kalau menjadi buayawan sih masih gampang saja. tinggal nggambus sana sini dan gotchaa. jadilah anda seorang buayawan.
tapi kali ini yang akan saya tulis bukan tips dan cara cara jadi buaya. yang saya akan bahas disini adalah hantu. iya betul, hantu. hantu disini bukan hantu sembarang hantu. tapi hantu yang saya maksud kali ini adalah hantu multi nasional. sudah mengalami cross cultural understanding.
ya, yang saya ingin bahas disini adalah ternyata wujud hantu itu dipengaruhi oleh budaya. jadi begini, orang barat, mungkin mengira kalau pocong itu gag serem dan malah kayak permen di bungkus. tapi kalau orang jawa tau pocong. pasti langsung lari terkencing kencing. sama halnya, kenapa koq kalau di indonesia koq gag ada manusia srigala, gag ada vampire. yang ada justru tante kunti, mbah gendrawi dan sejenisnya.
setelah dipelajari (oleh otak dangkal saya). ternyata hantu itu pengaruh dari sebuah budaya. jadi masyarakat yang melihat hantu tersebutlah yang membayangkan bentuk hantunya mengikuti imajinasi si penglihat. misalnya orang barat yang mind set nya bahwa hantu itu vampir, maka tidak akan takut jikalau lewat sebuah kuburan yang ada pohon beringin besarnya. karena mereka ngga tau. dan secara visualitas yang muncul dipikiran mereka adalah berbeda.
saya jadi berandai andai, kalaupun saya pergi ke singapur atau ke ostrali sana akan ketemu semacam itu ngga ya. dan apakah kalau bertemu dengan saya maka hantu itu akan berubah bentuk menjadi seperti mind set saya. atau tetap seperti mind set orang sana. kan ngga lucu juga kalau tiba tiba hantunya ndadak berubah dulu kayak son goku berubah jadi super saiya.
sumonggo, kalau ada sudut pandang lain. silahkan bertukar pikiran dengan saya.
salam hangat,
danindra
Kecanduan Terhadap Google

Bagi sebagian orang yang belum melek internet pasti bingung kalau mendapat tugas yang susah, tugas yang menuntut mereka untuk mengkaji sumber yang banyak dan rumit. Tapi tidak bagi orang yang sudah sering bersinggunang dengan dunia internet. Karena punya GOOGLE. Yak, google adalah sumber dari segala sumber. Si tahu segalanya yang teramat sering menolong saya dalam mengerjakan tugas ataupun apapun yang saya cari (kecuali mungkin jodoh). Google adalah sebuah search engine yang dapat mendeteksi semua keyword yang dimasukkan dengan keakuratan informasi hampir mendekati sempurna dalam hitungan detik. ya, disini saya tidak akan mempermasalahkan tentang google. Namun saya mempersoalkan ketergantungan anda terhadap google?

Saya sering berbincang dengan orang yang dekat dengan teknologi, setiap kali ditanya kalau saya kesusahan solusi yang terucap pasti begini simasjeniusIT “udah tanya mbah gugel? sana konsul dulu sama beliau”. dan saya pun jengkel setengah mati. tapi memang benar, kalau di google itu apa apa ada. ada lagi mas pinter yang bilang kesaya “aku gag bisa dhan, separuh otakku ketinggalan di google.” Saya mengangkat tema ini karena kemaren diingatkan dosen. Beliau bilang kalau penggunaan translator itu tidak dapat dibenarkan. Saya sendiri sebagai guru lebih suka kamus dari pada translator. Kenapa, karena pertama, dengan buka kamus kita bisa mengetahui kata kata lain. Walaupun kita melihatnya sambil lalu namun ada sedikit yang tersisa dimemory kita karena melihat terminologi baru yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya.
Sama halnya dengan google. Disana kita disuguhi informasi pasti mengenai sesuatu hal. Tidak bermaksud menyamaratakan sih, karena google super duper lebih hebat dari translator. Apalagi dia juga punya google translate. hehehehe. Cuma ya itu, Kita terbiasa disuguh informasi secara langsung. Informasi yang tepat. Sesuai yang kita inginkan. Ibaratkan kita membandingkan dua hal. Pertama kita ada disuatu perpustakaan dengan katalog dan tag yang tersedia. Kedua kita ada didepan internet ber googling ria. Mana yang lebih efektif? Mungkin google lah yang lebih cepat. Tapi wait!! Tunggu dulu boz. Di google tidak ada manuskrip manuskrip karya orang yang dengan senang hati dibentuk dalam file pdf untuk dibaca gratis.
jadi sumbernya terbatas. coba kalau kita di perpustakaan. Kita berhadapan langsung dengan buku buku asli buah pikiran orang orang hebat. dapat dibaca disana, dan kertas tidak bercahaya seperti monitor yang menguras tenaga mata. hahaha. Dan sumber disana sudah melalui editing oleh editor dan isinya bisa dibilang lebih detail.
Tidak berniat membandingkan keduanya sih. disini saya cuma ingin menjelaskan yang namanya proses. Yak, sekarang banyak murid saya yang tidak suka berproses. Suka yang instan. Suruh cari artikel langsung copy paste. Ini yang saya tidak suka. Tidak membutuhkan lebih dari 10 menit dan tugas mereka jadi. Dengan asumsi, 2 menit mencari di google, copy paste ke word. 5 menit editing. 2 menit ngeprint. 1 menit bayar ke operator warnet. nah lhooo.
Tapi bagaimanapun saya juga orang yang sudah google addicted. bagaimana dengan anda? monggo di share. Silahkan berbagi dengan saya.
Dan satu lagi, happy aniversary buat google. semoga semakin jaya.
Farewell a.l.a Escoret

OUR’s TOTAL KERUSAKAN TANGGUNG PEPENG
Kehilangan seorang pioneer loenpia adalah sebuah kehilangan besar bagi kami. Melepas seorang sahabat untuk menatap jalan yang lebih cerah memang berat. Tapi apa daya, kami tak dapat menghalangi kucuran euro kekantong escoret. Malam ini, loenpia melepas salah satu demitnya ke alam liar jakarta nan ganas. Malam ini, Kamis, 5 februari 2008. kopdar our’s cafe bertajuk “farewell for pepeng”. Saya pribadi dihubungi jam 5 sore tadi dan menyatakan siap merapat. Bagi yang luar kota, maaf kopdarnya pada weekdays. Hal pertama yang saya alami adalah kesasar. Karena ancer ancer ndak valid dari pepeng membuat saya nyasar ke pasar kambing. Akhirnya pencerahan yang datang dari didut akhirnya saya menemukan lokasi our’s cafe. Suasana malam itu masih belum ramai.
Cahaya temaram yang menerangi ours menambah kesenduan malam itu (ndak tenan??). Awal saya datang hyudee, didut, pepeng dan mizan sudah duduk santai menikmati cokelat panas ala ours. Menyusul tak lama kemudian teh nina dari female fm. Okky_okha merapat disusul Kingkong, Sopyan dan Kopril (ada yang kelewat gag ya??). Guyon goblok, ngrasani orang dan ketawa ngakak kami lalui. Mata pepeng kelihatan bersinar. Seterang bohlam osram. optimisme terpancar mengalahkan aura mesum yang biasanya tersirat.
Sekilas tentang Firmansyah a.k.a Pepeng Escoret:
Begitu biasanya orang mengenalnya, bagi saya adalah sosok yang unik. 3 kata untuk pepeng : menyenangkan, mesum, mbandungan. Begitulah sosoknya. Kadang terlihat garang dan galak ketika berlaku sebagai kamtib. Ramah dan komunikatif ketika mengakomodir kopdar. Tak segan mengumbar pulsa untuk koordinasi. Saya pribadi baru mengenal beliau sekitar bulan juli tahun lalu, ketika pertama kopdar (setelah dibantai oleh dirinya dimilis). Trademark gundul, slengehan dan metal melekat erat. Penggemar barang tribal ini tidak pelit membagi hasil donlotannya kepada saya (nokti amerikanya masih ditunggu kang). Blognya yang identik dengan postingan nakal sesungguhnya merupakan realita dalam kehidupan (walau kadang sedikit hiperbolik).
Tulisannya sering menggelitik orang untuk berpikir dan kemudian manggut manggut berkata “oiya ya..”. Bagi saya dia orang yang peka terhadap masalah sosial. Penyimpangan yang terjadi masyarakat pasti dia kritik. Masalah yang terlihat sepele diangkatnya menjadi artikel yang filosofis ala pepeng. bagi saya dia peka terhadap sekitar. Mengaku bahwa ijazahnya ilang tapi tetap kreatif. Jaringan sosial yang dia bangun dengan puluhan milis yang diikutinya kini membuahkan hasil. Sebuah langkah besar dalm hidupnya. Disinilah maintening relationship bener bener berbicara.
Dan malam itu, pukul 21.30 gelak tawa kami berakhir. mas didut, kopril, dan beberapa yang lain menuju ke sisingamangaraja untuk makan malam. Saya sendiri ada acara kopdar lagi dengan beberapa teman di burjo singosari, membuat saya tidak bisa mengikuti acara selanjutnya. Sebelumnya dia sempat menunjukan gadis selatan jakarta yang menjadi pujaannya.
Selamat berjuang kang. Kami akan rindu pisuhan dan candaan darimu. Semoga sukses dibelantara jakarta yang kejam. Kami yakin jakarta takhluk ditanganmu…
dc : seharusnya ini diposting ke http://kisahklasik.wordpress.com tapi salah posting.
standing applaus buat kang pepeng. ini sebagai bentuk penghormatan saya terhadap beliau

