Jalan Malam Kota Semarang IV, Liquid

hihi

Sekian lama saya tidak menyambangi Semarang. Kota yang membesarkan saya. Entah kemana arah pembangunan Kota Semarang saat ini. Yang jelas untuk urusan dunia malam semarang sudah tidak lagi merangkak. Tapi sedang berlari. Berlomba investor menanamkan bibit kapitalisnya disini. Mungkin saya adalah salah satu dari sedikit yang mengamati gelagat malam Semarang. Sedikit miris memang, saya sebenarnya juga bingung pasar mana yang dibidik oleh para pengusaha. Mahasiswa kah? saya berani bertaruh 80% pengunjung disana tidak akan menghabiskan uang diatas 100k. Saya kira mereka juga tidak akan menghamburkan jutaan rupiah dalam semalam secara rutin. Atau bidikan mereka pada eksekutif yang memiliki uang meteran? saya kira hanya 1 % yang ada di sini. Atau memang sudah saatnya semarang berganti wajah? mari kita tunggu. just wait and see.

Jalan malam kali ini dilanjutkan ke salah satu pub yang baru saja beranjak di Semarang. Saya yakin dalam benak para clubbers sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Page ini saya persembahkan khusus untuk club yang beberapa kali saya sambangi ketika masih sering ngluyur ndak jelas ke Jogja. Ketika uang masih bukan masalah dan ketika masih single (dibalangi watu).

LIQUID CAFFE

Yak, Liquid sebuah anomali berbeda di Semarang. Dengan kepungan banyaknya hiburan malam, Thamrin Square seakan menjadi surga hiburan malam di Semarang. Lantai 3 yang dihuni oleh Inul Vista yang langsung head to head dengan Mantra Caffe, lha sekarang persis dibawahnya malah Liquid berdiri. Jadi semakin beragam pilihan. Naik lantai 2 ketemu Liquid. Naik satu lantai lagi ketemu Vista dan Mantra.

Bagi Para clubbers jogja liquid adalah salah satu pilihan yang menarik, letaknya yang dipinggir jalan raya magelang-jogja membuat mudah dijangkau. Sekarang di Semarang, lokasi pastinya di Thamrin Square lantai 2 Jln MH Thamrin 105. Dengan banyaknya caffe yang ada dikota sekaliber semarang tentu persaingan akan semakin sengit. E Plaza dan Mantra yang rajin melakukan perhelatan prestisius mungkin bisa menjadi penghambat eksisnya Liquid di tanah semarang ini. StarQueen yang mulai mengintip dari belakang juga patut diperhitungkan walaupun sudah rolling open sama Lipstik.

Di Jogja sendiri Liquid tergolong caffe yang cukup ekonomis dengan harga paket pakde jekdi yang lumayan murah(untuk golongan caffe di jogja), dan Semarang yang harga minuman tergolong mahal Liquid merupakan satu pilihan yang sangat menarik. Cocktail saya belum pernah mencoba secara langsung(udah insyaf..halah). Tapi dari reputasinya yang cukup bagus dan eksistensinya di Jogja saya berani menjamin kalau menu disini pasti variatif dan kreatif. Mengusung kesan putih (beda dengan mantra yang hijau atau e plasa yang merah) dalam semua reklamenya membuat Liquid terlihat sangat elegan. Logo L yang dibuat seakan seperti Metal Liquid menambah kesan eksotisme club satu ini.
logo

Penasaran? monggo silahkan di coba.
For contact silahkan ke danindra.classic@gmail.com

disclaimer : foto diambil di tugu muda. narsist yo ben..

Advertisements

Jalan Malam Semarang Part 3

Lama sudah saya ngga menjelajah dunia malam semarang dan baru sempat tadi malam menjelajah kembali dunia malam yang katanya identik dengan dugem dan hura hura itu. Dan malam ini saya terlempar kembali ke kehidupan malam semarang. Ketika langit gelap semarang memancarkan gempita segelintir kaum jetset menghabiskan uangnya dengan mudah.

Saya berangkat jam 1 malam, setelah selesai absen malam saya menyempatkan diri untuk berangkat liputan, lokasi liputan yang saya tuju memang agak unik tempatnya. Sebuah angkringan yang buka pada saat tengah malam.

Yak, saya mulai review saya tentang dunia hitam semarang. Kali ini tempat karaoyes. hahaha..saya ngga terlalu sering menghabiskan malam(dan juga uang) ditempat ini. Hanya sekedar memenuhi invitasi teman atau kalau sedang benar benar kalut dikala suntuk melanda. Dan malam ini saya ngga kalut, wong saya sudah punya pacar lagi(oiya to? ini woro2? atau undangan makan2). Langsung saja saya mulai dari favorit saya..

1. Inul Vista

Salah satu tempat karaoke yang lumayan berkelas dan tentu saja mahal untuk ukuran buruh seperti saya. Lokasinya mudah dituju, yaitu dijalan Thamrin. Tepatnya di dalam Thamrin Square, langsung berhadapan dengan Mantra Cafe. Kalau anda dari simpang 5 mudah saja langsung cari tempat ini.

Masuk ke Thamrin square ambil lift ke lantai dua. Ntar keluar dari lift langsung ambil kanan dan sampailah ke Inul Vista. Tempatnya enak dan nyaman untuk nongkrong karena memang didesain untuk tempat gaul yang mengandalkan prestisnya.

Resepsionistnya ramah dan cantik. Roomnya ada 3 jenis, big, medium dan small tergantung mau berapa orang nanti bisa menyesuaikan. Roomnya sangat nyaman dengan lampu disko dan sofa empuk. Sound systemnya keren dan lagu lagunya up to date. Silahkan saja kalau mau kesana, jangan lupa invite saya.

Food and beverage nya sangat beragam mulai dari minuman alkohol dan non alkohol. 1 shot margarita dihargai 27.000k. lumayan murah lah dibandingkan tempat lain disemarang. koktail yang diracik juga lumayan mantab. ya iya lah, bartender vista kan mbajak dari starqueen. hahaha..piss mas bandit, aku gag akan buka kartu. Jack dee, Red lable, black lable, gold lable harganya rata rata. monggo yang mau open bottle.

mau masang pricelist disini tapi gag enak ati. japri aja ya yang pengin pricelist.

oiya, kalau ketemu bandit suruh bikinkan red devils..dan anda akan melayang.

2. Executive club Starqueen

Ini dilabelin sebagai tempat paling free se semarang. Sumpah bener bener keren. Saya berkesempatan sekali mengunjungi setelah dapat invitasi kesana. kalau ngga mana mampu bayar roomnya.

Ini tempat paling mahal yang pernah saya temui. namun keamanan dan kenyamanan tidak perlu diragukan. lokasinya sama dengan starqueen, lipstik yang pernah saya posting. di hassanuddin sana. Ambil arah poncol lampu merah pom bensin belok kiri. lurus saja sampai ada plang penunjuk yang besar.

gadis gadisnya tu loh yang ngga nguwati, untung iman saya kuwat(aslinya dompetnya yang gag kuat dink). monggo yang pengin melepas penat silahkan kesana. shotnya enak, minuman langsung dari starqueen jadi kualitasnya terjaga.

3. Happy puppy (bener gag sie tulisannya)

Saya belum pernah masuk roomnya. cuma ongkang ongkang didepan sambil jagongan dengan para sahabat saya luar karna sahabat sahabat yang lain sedang karaokean didalam dan saya ndak bisa ngrokok disana.

banyak cabang happy puppy, seingat saya ada 3 yang besar dan selalu ramai. oiya, yang satu ini beda dengan yang awal tadi. yang ini konsepnya karaoke keluarga, jadi ya no alcohol

4. X Pool

Ini karaokean abal abal favorit. Letaknya di Jalan kelud raya. bagi anda yang dari luar kota monggo ambil jalan kaligarang nanti perempatan lampu merah ambil jurusan kesampangan. dekat kampus UNNES lama.

Ratenya cuma 50.000k perjam. minuman tinggal pilih, saya belum pernah mencicipi sendiri koktail racikan bartendernya.

Sekian dulu deh dari saya. ntar lanjut lagi updatenya..

saya nguli dulu

danindra

NB : males cari skrinsyutt

Rest in Peace PSIS!

sinaturepsisas1

Semarang sudah saya anggap kampung saya sendiri. Selama 3 tahun ini saya numpang pipis, makan, minum, tidur di Semarang yang dulu kurang saya cintai. Semuanya saya suka sekarang. Kulinernya, gadis gadisnya, dunia malamnya. Semua saya suka. dan yang saya paling suka (setidaknya dulu pernah suka) adalah PSIS. Ya, team kesayangan warga semarang. Tempat SNEX dan Panser Biru menggantungkan asa agar sepakbola semarang mampu berbicara dikancah nasional. Sejarah yang memukau tentu saya tidak begitu saja dapat dihapus. Juara Liga Galatama Jaman Tugiyo dan Ali Sunan pun dulu saya ikut bungah setengah mati.

Perlahan, musim selanjutnya tajinya mulai hilang. Tugiyo cidera, Ali Sunan pindah ke Persija. Dan beberapa memilih tinggal karena terlanjur cinta pada Semarang. Tahun 2006 PSIS bertaji lagi. Duo argentina Lopez-Ortiz didatangkan. Maman Abdur Rahman jadi benteng yang tangguh. Semua nanpak baik baik saja. Normal, trengginas, dan tentu saja SNEX dan Panser Biru bungah. Hati saya mendua dari sini, karena Tim Kabupaten saya (jepara) juga mampu bal balan ditingkat nasional. Dan ironisnya, saudara tua (red. PSIS) yang harusnya kami sanak dan nyedulur malah jadi mungsuh.

tugiyo

Yak, itu hanya sekelumit cerita masalalu. Ternyata PSIS menyimpan Bara dalam sekam. Mas Yoyok yang nyaleg, Perusahaan Besar yang tidak mampu mendanai dan yang paling parah, APBD untuk PSIS tidak disetujui oleh anggota dewan. Dan sang Goliath pun ambruk. Seakan terserang flu babi yang mematikan. mak pett. Langsung ambruk kayak Kris Jhon di Hook kakan Mike Tyson. KO seketika. ada apa dengan PSIS? Tim dengan sejarah besar di persepakbolaan. Tim dengan stadion Jati Diri yang megah sebagai kandang. Tim dengan militansi fans yang luar biasa (salut untuk SNEX dan Panser Biru) we always piss bro.

Ya, PSIS terpaksa membubarkan tim utamanya yang berlaga di Djarum Super League karena terancam bangkrut(atau sudah). Terpaksa Tim junior men take over. tak heran, ratusan bahkan ribuan atau puluh ribuan orang amat kecewa dengan keputusan ini. Saya suka maen futsal ke Jati Diri yang megah itu. Saya suka belanja Merchandise di dekat stadion. Setiap pekan saya mbayar 2000 untuk iuran dengan cara beli stiker. Lha sekarang kemana? Kemana SNEX dan Panser Menyalurkan dukungan? akan lengangkah stadion Jati Diri?

panser

Masalah utama yang dituding adalah dana. Ya, finansial adalah masalah yang tidak ada ujungnya. Semuanya emang membutuhkan uang. Tetapi manajemen yang baik juga diperlukan. Pemasukan Lewat tiket, pemaksimalan belanja pemain dengan cara memanfaatkan pemain lokal berkualitas, merchandise dan penggalangan dana massal bisa dilakukan. Gotong Royong warga semarang agar bisa nonton bal balan lagi. Saya pasti akan kangen yel yel Panser yang biasa saya dengar sewaktu pulang kerja. Saya pasti akan kangen dengan macetnya jati ngaleh dan anak anak kecil berbaju biru itu. Saya pasti kangen sama terompet angin yang kenceng itu walaupun kadang jengkel dengan semua itu. Ya, saya kangen. Saya berduka. Saya sedih karena kebanggaan Semarang akan sepak bola kalah dengan rupiah.

Suatu hari nanti saya pengin membangun sepakbola indonesia. Nanti lapangannya saya keramik. Jadi kalau hujan lapangan ngga becek. Nanti kalau saya jadi presiden lho ya.

Turut berduka untuk SNEX dan panser. Turut berduka Untuk PSIS. Semoga semakin jaya untuk selanjutnya.  Saya menunggu kamu dibangkitkan oleh dukun sakti bernama Ki APBD. dengan obat ampuh berupa semburan rupiah tak berbatas sampai kuat beli Pele disuruh main. Semoga cepat kembali ke Trah dan kedudukanmu. Sebagai salah satu yang terbaik di Jawa, di Indonesia.

with Love

danindra

Antara Budaya, Hantu dan Pikiran

dany

Saya termasuk orang yang agak sedikit peka dengan perbedaan budaya diantara negara negara. walopun kenyataannya, menjadi seorang budayawan itu ternyata susah. bagaimana bisa? menjadi orang berbudaya saja susah. apalagi menjadi budayawan. kalau menjadi buayawan sih masih gampang saja. tinggal nggambus sana sini dan gotchaa. jadilah anda seorang buayawan.

tapi kali ini yang akan saya tulis bukan tips dan cara cara jadi buaya. yang saya akan bahas disini adalah hantu. iya betul, hantu. hantu disini bukan hantu sembarang hantu. tapi hantu yang saya maksud kali ini adalah hantu multi nasional. sudah mengalami cross cultural understanding.

ya, yang saya ingin bahas disini adalah ternyata wujud hantu itu dipengaruhi oleh budaya. jadi begini, orang barat, mungkin mengira kalau pocong itu gag serem dan malah kayak permen di bungkus. tapi kalau orang jawa tau pocong. pasti langsung lari terkencing kencing. sama halnya, kenapa koq kalau di indonesia koq gag ada manusia srigala, gag ada vampire. yang ada justru tante kunti, mbah gendrawi dan sejenisnya.

setelah dipelajari (oleh otak dangkal saya). ternyata hantu itu pengaruh dari sebuah budaya. jadi masyarakat yang melihat hantu tersebutlah yang membayangkan bentuk hantunya mengikuti imajinasi si penglihat. misalnya orang barat yang mind set nya bahwa hantu itu vampir, maka tidak akan takut jikalau lewat sebuah kuburan yang ada pohon beringin besarnya. karena mereka ngga tau. dan secara visualitas yang muncul dipikiran mereka adalah berbeda.

saya jadi berandai andai, kalaupun saya pergi ke singapur atau ke ostrali sana akan ketemu semacam itu ngga ya. dan apakah kalau bertemu dengan saya maka hantu itu akan berubah bentuk menjadi seperti mind set saya. atau tetap seperti mind set orang sana. kan ngga lucu juga kalau tiba tiba hantunya ndadak berubah dulu kayak son goku berubah jadi super saiya.

sumonggo, kalau ada sudut pandang lain. silahkan bertukar pikiran dengan saya.

salam hangat,

danindra

Kecanduan Terhadap Google

images1

Bagi sebagian orang yang belum melek internet pasti bingung kalau mendapat tugas yang susah, tugas yang menuntut mereka untuk mengkaji sumber yang banyak dan rumit. Tapi tidak bagi orang yang sudah sering bersinggunang dengan dunia internet. Karena punya GOOGLE. Yak, google adalah sumber dari segala sumber. Si tahu segalanya yang teramat sering menolong saya dalam mengerjakan tugas ataupun apapun yang saya cari (kecuali mungkin jodoh). Google adalah sebuah search engine yang dapat mendeteksi semua keyword yang dimasukkan dengan keakuratan informasi hampir mendekati sempurna dalam hitungan detik. ya, disini saya tidak akan mempermasalahkan tentang google. Namun saya mempersoalkan ketergantungan anda terhadap google?
21
Saya sering berbincang dengan orang yang dekat dengan teknologi, setiap kali ditanya kalau saya kesusahan solusi yang terucap pasti begini simasjeniusIT “udah tanya mbah gugel? sana konsul dulu sama beliau”. dan saya pun jengkel setengah mati. tapi memang benar, kalau di google itu apa apa ada. ada lagi mas pinter yang bilang kesaya “aku gag bisa dhan, separuh otakku ketinggalan di google.” Saya mengangkat tema ini karena kemaren diingatkan dosen. Beliau bilang kalau penggunaan translator itu tidak dapat dibenarkan. Saya sendiri sebagai guru lebih suka kamus dari pada translator. Kenapa, karena pertama, dengan buka kamus kita bisa mengetahui kata kata lain. Walaupun kita melihatnya sambil lalu namun ada sedikit yang tersisa dimemory kita karena melihat terminologi baru yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya.

Sama halnya dengan google. Disana kita disuguhi informasi pasti mengenai sesuatu hal. Tidak bermaksud menyamaratakan sih, karena google super duper lebih hebat dari translator. Apalagi dia juga punya google translate. hehehehe. Cuma ya itu, Kita terbiasa disuguh informasi secara langsung. Informasi yang tepat. Sesuai yang kita inginkan. Ibaratkan kita membandingkan dua hal. Pertama kita ada disuatu perpustakaan dengan katalog dan tag yang tersedia. Kedua kita ada didepan internet ber googling ria. Mana yang lebih efektif? Mungkin google lah yang lebih cepat. Tapi wait!! Tunggu dulu boz. Di google tidak ada manuskrip manuskrip karya orang yang dengan senang hati dibentuk dalam file pdf untuk dibaca gratis.

jadi sumbernya terbatas. coba kalau kita di perpustakaan. Kita berhadapan langsung dengan buku buku asli buah pikiran orang orang hebat. dapat dibaca disana, dan kertas tidak bercahaya seperti monitor yang menguras tenaga mata. hahaha. Dan sumber disana sudah melalui editing oleh editor dan isinya bisa dibilang lebih detail.

Tidak berniat membandingkan keduanya sih. disini saya cuma ingin menjelaskan yang namanya proses. Yak, sekarang banyak murid saya yang tidak suka berproses. Suka yang instan. Suruh cari artikel langsung copy paste. Ini yang saya tidak suka. Tidak membutuhkan lebih dari 10 menit dan tugas mereka jadi. Dengan asumsi, 2 menit mencari di google, copy paste ke word. 5 menit editing. 2 menit ngeprint. 1 menit bayar ke operator warnet. nah lhooo.

Tapi bagaimanapun saya juga orang yang sudah google addicted. bagaimana dengan anda? monggo di share. Silahkan berbagi dengan saya.

Dan satu lagi, happy aniversary buat google. semoga semakin jaya.

danindra

Farewell a.l.a Escoret

smile-dhan1

OUR’s TOTAL KERUSAKAN TANGGUNG PEPENG

Kehilangan seorang pioneer loenpia adalah sebuah kehilangan besar bagi kami. Melepas seorang sahabat untuk menatap jalan yang lebih cerah memang berat. Tapi apa daya, kami tak dapat menghalangi kucuran euro kekantong escoret. Malam ini, loenpia melepas salah satu demitnya ke alam liar jakarta nan ganas. Malam ini, Kamis, 5 februari 2008. kopdar our’s cafe bertajuk “farewell for pepeng”. Saya pribadi dihubungi jam 5 sore tadi dan menyatakan siap merapat. Bagi yang luar kota, maaf kopdarnya pada weekdays. Hal pertama yang saya alami adalah kesasar. Karena ancer ancer ndak valid dari pepeng membuat saya nyasar ke pasar kambing. Akhirnya pencerahan yang datang dari didut akhirnya saya menemukan lokasi our’s cafe. Suasana malam itu masih belum ramai.

Cahaya temaram yang menerangi ours menambah kesenduan malam itu (ndak tenan??). Awal saya datang hyudee, didut, pepeng dan mizan sudah duduk santai menikmati cokelat panas ala ours. Menyusul tak lama kemudian teh nina dari female fm. Okky_okha merapat disusul Kingkong, Sopyan dan Kopril (ada yang kelewat gag ya??). Guyon goblok, ngrasani orang dan ketawa ngakak kami lalui. Mata pepeng kelihatan bersinar. Seterang bohlam osram. optimisme terpancar mengalahkan aura mesum yang biasanya tersirat.

Sekilas tentang Firmansyah a.k.a Pepeng Escoret:

Begitu biasanya orang mengenalnya, bagi saya adalah sosok yang unik. 3 kata untuk pepeng : menyenangkan, mesum, mbandungan. Begitulah sosoknya. Kadang terlihat garang dan galak ketika berlaku sebagai kamtib. Ramah dan komunikatif ketika mengakomodir kopdar. Tak segan mengumbar pulsa untuk koordinasi.  Saya pribadi baru mengenal beliau sekitar bulan juli tahun lalu, ketika pertama kopdar (setelah dibantai oleh dirinya dimilis). Trademark gundul, slengehan dan metal melekat erat. Penggemar barang tribal ini tidak pelit membagi hasil donlotannya kepada saya (nokti amerikanya masih ditunggu kang). Blognya yang identik dengan postingan nakal sesungguhnya merupakan realita dalam kehidupan (walau kadang sedikit hiperbolik).

Tulisannya sering menggelitik orang untuk berpikir dan kemudian manggut manggut berkata “oiya ya..”. Bagi saya dia orang yang peka terhadap masalah sosial. Penyimpangan yang terjadi masyarakat pasti dia kritik. Masalah yang terlihat sepele diangkatnya menjadi artikel yang filosofis ala pepeng. bagi saya dia peka terhadap sekitar. Mengaku bahwa ijazahnya ilang tapi tetap kreatif. Jaringan sosial yang dia bangun dengan puluhan milis yang diikutinya kini membuahkan hasil. Sebuah langkah besar dalm hidupnya. Disinilah maintening relationship bener bener berbicara.

Dan malam itu, pukul 21.30 gelak tawa kami berakhir. mas didut, kopril, dan beberapa yang lain menuju ke sisingamangaraja untuk makan malam. Saya sendiri ada acara kopdar lagi dengan beberapa teman di burjo singosari, membuat saya tidak bisa mengikuti acara selanjutnya. Sebelumnya dia sempat menunjukan gadis selatan jakarta yang menjadi pujaannya.

Selamat berjuang kang. Kami akan rindu pisuhan dan candaan darimu. Semoga sukses dibelantara jakarta yang kejam. Kami yakin jakarta takhluk ditanganmu…

danindra

dc : seharusnya ini diposting ke http://kisahklasik.wordpress.com tapi salah posting.

standing applaus buat kang pepeng. ini sebagai bentuk penghormatan saya terhadap beliau

Jalan Malam Semarang Part 2

Lama mati suri blognya. Muhun maaf. Selain lagi sibuk karena banyak kerjaan dan kuliah yang semakin lama semakin banyak bebannya. Selain itu juga sakau benwit yang parah dan menahun membuat saya tidak bisa leluasa posting lagi kayak dulu ( Kayak tulisan loe ditunggu aja dhan..)!

Sudah lama saya ingin nge post tentang artikel saya yang satu ini. Tapi rasa malas menulis mengalahkan semuanya. Jalan malam disemarang kala hujan turun. sepi, sunyi, dan gelap. Sudut kota tempat anak nongkrong pun nampak tak biasa. hawa dingin mengusik semarang. Tempat tempat tertentu memberi denyut semarang memberikan makna bahwa semarang masih menggeliat malam ini. Berikut lanjutan dari jelajah malam saya.

5.  Hugo’s Caffe

hugos

Ngga tau kenapa warga semarang(gag semuanya orang semarang dink) suka tempat ini. saya pribadi kurang sreg sama hugos. bukan karena apa apa sie. just for many sentimentil reason aja. Hugos cafe mewarisi tempat club malam yang bangkrut sebelumnya, Embassy caffe. letaknya cukup strategis dijantung pusat kota. tepatnya dilantai 5 (atau empat) matahari semarang.  menu yang ditawarkan lumayan beragam. menyandang nama besar hugos yang sudah populer mungkin mendongkrak reputasi hugos. varian minuman yang ditawarkan seta cocktail yang mantap menjadi daya tarik tersendiri. satu hal yang saya senang dari hugos. acaranya beragam dan tidak stuck pada suatu tempat.

minuman kelas atas mulai dari jack dee, chivas, black, gold, red lable masing masing dengan harga lumayan. cocktail juga enak. cobai tequila lemon nya deh. asik, tapi menurutku rada keasinan. hehehe. garemnya kurangin oey. one more critique. langit langit yang gag begitu tinggi membuat asap rokok membubung tinggi. huh…so far sie.. recomended untuk semua kalanhan.

6. E Plaza

plaza

Tanpa berniat mengecilkan yang lain, yang satu ini favorit saya. langit langitnya tinggi oey, jadi asepnya gag ngumpul. jadi seger deh kalo pas ajojing. letaknya juga amat strategis. di plasa simpang lima semarang. langsung aja kalau dari simpang lim,a noleh ke kiri. ntar ada tulisannya gede lumayan. event yang diadain gag seberagam hugos. cuma tempatnya asik dan nampak berkelas aja. tema yang diusung kadang aneh aneh, kayak halloween ato pesta kostum yang lain.

Minumannya lumayan asik. mahal banget oey paling mahal disemarang. huh dasarrr. cuma ya itu, ekslusivitasnya membayar tuntas harga tinggi yang harus dibayar. Margarita nya enak bangettttt. mulai 60 ribuan tapi asik. seger. naiknya pelan tapi gag bikin pusing(my personal judgement lho yaa).

high recomended. tapi ya kalangan tertentu ya.kadang suka nombok juga kalau dari sini. tapi overall asik. minuman kelas dunia juga banyak. brand brandnya masie sama kayak yang diusung hugos. cima beer nya beda. kental boo..i luv it (tapi sekarang gag lagi)

7. Mantra Caffe

images

Pemain baru dalam dunia perdugeman semarang. bertempat di thamrin square lantai 2. minumannya mahal amirr..tempatnya cozzy. sepi, jadi gag terlihat urakan dan eksklusivitasnya terjamin sangat.. berhadap hadapan langsung sama inul vista(i luv inul vistaa)

Acara yang disana sie lumayan asik. berkelas, DJ nya juga assoy. mantab lah. foods and beverages (halah)nya juga lumayan. cocok sangat bagi para eksekutif muda untuk menjamu teman teman dalam merayakan sesuatu. recomended lah. sama dengan hugos, ketertarikan saya ke mantra agak berkurang. mungkin karena saya lebih sering mampir ke inul vista(bandit, eks bartender SQ sekarang di inul vista lhoo).

next.. bersambung yaaaa….