Home » Uncategorized » Farewell a.l.a Escoret

Farewell a.l.a Escoret

smile-dhan1

OUR’s TOTAL KERUSAKAN TANGGUNG PEPENG

Kehilangan seorang pioneer loenpia adalah sebuah kehilangan besar bagi kami. Melepas seorang sahabat untuk menatap jalan yang lebih cerah memang berat. Tapi apa daya, kami tak dapat menghalangi kucuran euro kekantong escoret. Malam ini, loenpia melepas salah satu demitnya ke alam liar jakarta nan ganas. Malam ini, Kamis, 5 februari 2008. kopdar our’s cafe bertajuk “farewell for pepeng”. Saya pribadi dihubungi jam 5 sore tadi dan menyatakan siap merapat. Bagi yang luar kota, maaf kopdarnya pada weekdays. Hal pertama yang saya alami adalah kesasar. Karena ancer ancer ndak valid dari pepeng membuat saya nyasar ke pasar kambing. Akhirnya pencerahan yang datang dari didut akhirnya saya menemukan lokasi our’s cafe. Suasana malam itu masih belum ramai.

Cahaya temaram yang menerangi ours menambah kesenduan malam itu (ndak tenan??). Awal saya datang hyudee, didut, pepeng dan mizan sudah duduk santai menikmati cokelat panas ala ours. Menyusul tak lama kemudian teh nina dari female fm. Okky_okha merapat disusul Kingkong, Sopyan dan Kopril (ada yang kelewat gag ya??). Guyon goblok, ngrasani orang dan ketawa ngakak kami lalui. Mata pepeng kelihatan bersinar. Seterang bohlam osram. optimisme terpancar mengalahkan aura mesum yang biasanya tersirat.

Sekilas tentang Firmansyah a.k.a Pepeng Escoret:

Begitu biasanya orang mengenalnya, bagi saya adalah sosok yang unik. 3 kata untuk pepeng : menyenangkan, mesum, mbandungan. Begitulah sosoknya. Kadang terlihat garang dan galak ketika berlaku sebagai kamtib. Ramah dan komunikatif ketika mengakomodir kopdar. Tak segan mengumbar pulsa untuk koordinasi.  Saya pribadi baru mengenal beliau sekitar bulan juli tahun lalu, ketika pertama kopdar (setelah dibantai oleh dirinya dimilis). Trademark gundul, slengehan dan metal melekat erat. Penggemar barang tribal ini tidak pelit membagi hasil donlotannya kepada saya (nokti amerikanya masih ditunggu kang). Blognya yang identik dengan postingan nakal sesungguhnya merupakan realita dalam kehidupan (walau kadang sedikit hiperbolik).

Tulisannya sering menggelitik orang untuk berpikir dan kemudian manggut manggut berkata “oiya ya..”. Bagi saya dia orang yang peka terhadap masalah sosial. Penyimpangan yang terjadi masyarakat pasti dia kritik. Masalah yang terlihat sepele diangkatnya menjadi artikel yang filosofis ala pepeng. bagi saya dia peka terhadap sekitar. Mengaku bahwa ijazahnya ilang tapi tetap kreatif. Jaringan sosial yang dia bangun dengan puluhan milis yang diikutinya kini membuahkan hasil. Sebuah langkah besar dalm hidupnya. Disinilah maintening relationship bener bener berbicara.

Dan malam itu, pukul 21.30 gelak tawa kami berakhir. mas didut, kopril, dan beberapa yang lain menuju ke sisingamangaraja untuk makan malam. Saya sendiri ada acara kopdar lagi dengan beberapa teman di burjo singosari, membuat saya tidak bisa mengikuti acara selanjutnya. Sebelumnya dia sempat menunjukan gadis selatan jakarta yang menjadi pujaannya.

Selamat berjuang kang. Kami akan rindu pisuhan dan candaan darimu. Semoga sukses dibelantara jakarta yang kejam. Kami yakin jakarta takhluk ditanganmu…

danindra

dc : seharusnya ini diposting ke http://kisahklasik.wordpress.com tapi salah posting.

standing applaus buat kang pepeng. ini sebagai bentuk penghormatan saya terhadap beliau

12 thoughts on “Farewell a.l.a Escoret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s