Home » Uncategorized » Kecanduan Terhadap Google

Kecanduan Terhadap Google

images1

Bagi sebagian orang yang belum melek internet pasti bingung kalau mendapat tugas yang susah, tugas yang menuntut mereka untuk mengkaji sumber yang banyak dan rumit. Tapi tidak bagi orang yang sudah sering bersinggunang dengan dunia internet. Karena punya GOOGLE. Yak, google adalah sumber dari segala sumber. Si tahu segalanya yang teramat sering menolong saya dalam mengerjakan tugas ataupun apapun yang saya cari (kecuali mungkin jodoh). Google adalah sebuah search engine yang dapat mendeteksi semua keyword yang dimasukkan dengan keakuratan informasi hampir mendekati sempurna dalam hitungan detik. ya, disini saya tidak akan mempermasalahkan tentang google. Namun saya mempersoalkan ketergantungan anda terhadap google?
21
Saya sering berbincang dengan orang yang dekat dengan teknologi, setiap kali ditanya kalau saya kesusahan solusi yang terucap pasti begini simasjeniusIT “udah tanya mbah gugel? sana konsul dulu sama beliau”. dan saya pun jengkel setengah mati. tapi memang benar, kalau di google itu apa apa ada. ada lagi mas pinter yang bilang kesaya “aku gag bisa dhan, separuh otakku ketinggalan di google.” Saya mengangkat tema ini karena kemaren diingatkan dosen. Beliau bilang kalau penggunaan translator itu tidak dapat dibenarkan. Saya sendiri sebagai guru lebih suka kamus dari pada translator. Kenapa, karena pertama, dengan buka kamus kita bisa mengetahui kata kata lain. Walaupun kita melihatnya sambil lalu namun ada sedikit yang tersisa dimemory kita karena melihat terminologi baru yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya.

Sama halnya dengan google. Disana kita disuguhi informasi pasti mengenai sesuatu hal. Tidak bermaksud menyamaratakan sih, karena google super duper lebih hebat dari translator. Apalagi dia juga punya google translate. hehehehe. Cuma ya itu, Kita terbiasa disuguh informasi secara langsung. Informasi yang tepat. Sesuai yang kita inginkan. Ibaratkan kita membandingkan dua hal. Pertama kita ada disuatu perpustakaan dengan katalog dan tag yang tersedia. Kedua kita ada didepan internet ber googling ria. Mana yang lebih efektif? Mungkin google lah yang lebih cepat. Tapi wait!! Tunggu dulu boz. Di google tidak ada manuskrip manuskrip karya orang yang dengan senang hati dibentuk dalam file pdf untuk dibaca gratis.

jadi sumbernya terbatas. coba kalau kita di perpustakaan. Kita berhadapan langsung dengan buku buku asli buah pikiran orang orang hebat. dapat dibaca disana, dan kertas tidak bercahaya seperti monitor yang menguras tenaga mata. hahaha. Dan sumber disana sudah melalui editing oleh editor dan isinya bisa dibilang lebih detail.

Tidak berniat membandingkan keduanya sih. disini saya cuma ingin menjelaskan yang namanya proses. Yak, sekarang banyak murid saya yang tidak suka berproses. Suka yang instan. Suruh cari artikel langsung copy paste. Ini yang saya tidak suka. Tidak membutuhkan lebih dari 10 menit dan tugas mereka jadi. Dengan asumsi, 2 menit mencari di google, copy paste ke word. 5 menit editing. 2 menit ngeprint. 1 menit bayar ke operator warnet. nah lhooo.

Tapi bagaimanapun saya juga orang yang sudah google addicted. bagaimana dengan anda? monggo di share. Silahkan berbagi dengan saya.

Dan satu lagi, happy aniversary buat google. semoga semakin jaya.

danindra

6 thoughts on “Kecanduan Terhadap Google

  1. wahhh wes pernah kedanan google. sejak kenal idws search engine pindah sana. Wokkookokokooko

    Paling enak google di buka pake firefox. terus nyedotnya pake IDM

  2. wah, podo…

    klo ada tugas, yg pertama saya tuju ada simbah google..
    tapi klo google transale jarang sekali saya gunakan, mending pake kamus🙂

  3. lha google itu kan ya fungsinya kayak petugas perpustakaan. Kita tanya ke sana minta ditunjukin rak yang tepat. Tergantung orang itu, setelah dapet buku yang dicari, dibaca apa enggak.

    Soal kualitas tulisan, ya disesuaikan dengan kebutuhan dong. Kalau ingin mencari artikel-artikel ilmiah ya carilah dari situs-situs jurnal ilmiah. googlinglah pake sintaks2 tertentu utk mempersempit sumber pencarian. Atau buat custom search engine sendiri pake google.

    Klo soal manuskrip2 yg tidak tersedia di internet, wah.. aku kurang tau klo di bidang sastra. Tapi klo sains, banyak sekali. Bahkan saking cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan, perpustakaan gak bisa ngikutin. Buku2 di sana gak up to date.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s