Jalan Malam Semarang Part 3

Lama sudah saya ngga menjelajah dunia malam semarang dan baru sempat tadi malam menjelajah kembali dunia malam yang katanya identik dengan dugem dan hura hura itu. Dan malam ini saya terlempar kembali ke kehidupan malam semarang. Ketika langit gelap semarang memancarkan gempita segelintir kaum jetset menghabiskan uangnya dengan mudah.

Saya berangkat jam 1 malam, setelah selesai absen malam saya menyempatkan diri untuk berangkat liputan, lokasi liputan yang saya tuju memang agak unik tempatnya. Sebuah angkringan yang buka pada saat tengah malam.

Yak, saya mulai review saya tentang dunia hitam semarang. Kali ini tempat karaoyes. hahaha..saya ngga terlalu sering menghabiskan malam(dan juga uang) ditempat ini. Hanya sekedar memenuhi invitasi teman atau kalau sedang benar benar kalut dikala suntuk melanda. Dan malam ini saya ngga kalut, wong saya sudah punya pacar lagi(oiya to? ini woro2? atau undangan makan2). Langsung saja saya mulai dari favorit saya..

1. Inul Vista

Salah satu tempat karaoke yang lumayan berkelas dan tentu saja mahal untuk ukuran buruh seperti saya. Lokasinya mudah dituju, yaitu dijalan Thamrin. Tepatnya di dalam Thamrin Square, langsung berhadapan dengan Mantra Cafe. Kalau anda dari simpang 5 mudah saja langsung cari tempat ini.

Masuk ke Thamrin square ambil lift ke lantai dua. Ntar keluar dari lift langsung ambil kanan dan sampailah ke Inul Vista. Tempatnya enak dan nyaman untuk nongkrong karena memang didesain untuk tempat gaul yang mengandalkan prestisnya.

Resepsionistnya ramah dan cantik. Roomnya ada 3 jenis, big, medium dan small tergantung mau berapa orang nanti bisa menyesuaikan. Roomnya sangat nyaman dengan lampu disko dan sofa empuk. Sound systemnya keren dan lagu lagunya up to date. Silahkan saja kalau mau kesana, jangan lupa invite saya.

Food and beverage nya sangat beragam mulai dari minuman alkohol dan non alkohol. 1 shot margarita dihargai 27.000k. lumayan murah lah dibandingkan tempat lain disemarang. koktail yang diracik juga lumayan mantab. ya iya lah, bartender vista kan mbajak dari starqueen. hahaha..piss mas bandit, aku gag akan buka kartu. Jack dee, Red lable, black lable, gold lable harganya rata rata. monggo yang mau open bottle.

mau masang pricelist disini tapi gag enak ati. japri aja ya yang pengin pricelist.

oiya, kalau ketemu bandit suruh bikinkan red devils..dan anda akan melayang.

2. Executive club Starqueen

Ini dilabelin sebagai tempat paling free se semarang. Sumpah bener bener keren. Saya berkesempatan sekali mengunjungi setelah dapat invitasi kesana. kalau ngga mana mampu bayar roomnya.

Ini tempat paling mahal yang pernah saya temui. namun keamanan dan kenyamanan tidak perlu diragukan. lokasinya sama dengan starqueen, lipstik yang pernah saya posting. di hassanuddin sana. Ambil arah poncol lampu merah pom bensin belok kiri. lurus saja sampai ada plang penunjuk yang besar.

gadis gadisnya tu loh yang ngga nguwati, untung iman saya kuwat(aslinya dompetnya yang gag kuat dink). monggo yang pengin melepas penat silahkan kesana. shotnya enak, minuman langsung dari starqueen jadi kualitasnya terjaga.

3. Happy puppy (bener gag sie tulisannya)

Saya belum pernah masuk roomnya. cuma ongkang ongkang didepan sambil jagongan dengan para sahabat saya luar karna sahabat sahabat yang lain sedang karaokean didalam dan saya ndak bisa ngrokok disana.

banyak cabang happy puppy, seingat saya ada 3 yang besar dan selalu ramai. oiya, yang satu ini beda dengan yang awal tadi. yang ini konsepnya karaoke keluarga, jadi ya no alcohol

4. X Pool

Ini karaokean abal abal favorit. Letaknya di Jalan kelud raya. bagi anda yang dari luar kota monggo ambil jalan kaligarang nanti perempatan lampu merah ambil jurusan kesampangan. dekat kampus UNNES lama.

Ratenya cuma 50.000k perjam. minuman tinggal pilih, saya belum pernah mencicipi sendiri koktail racikan bartendernya.

Sekian dulu deh dari saya. ntar lanjut lagi updatenya..

saya nguli dulu

danindra

NB : males cari skrinsyutt

Advertisements

Rest in Peace PSIS!

sinaturepsisas1

Semarang sudah saya anggap kampung saya sendiri. Selama 3 tahun ini saya numpang pipis, makan, minum, tidur di Semarang yang dulu kurang saya cintai. Semuanya saya suka sekarang. Kulinernya, gadis gadisnya, dunia malamnya. Semua saya suka. dan yang saya paling suka (setidaknya dulu pernah suka) adalah PSIS. Ya, team kesayangan warga semarang. Tempat SNEX dan Panser Biru menggantungkan asa agar sepakbola semarang mampu berbicara dikancah nasional. Sejarah yang memukau tentu saya tidak begitu saja dapat dihapus. Juara Liga Galatama Jaman Tugiyo dan Ali Sunan pun dulu saya ikut bungah setengah mati.

Perlahan, musim selanjutnya tajinya mulai hilang. Tugiyo cidera, Ali Sunan pindah ke Persija. Dan beberapa memilih tinggal karena terlanjur cinta pada Semarang. Tahun 2006 PSIS bertaji lagi. Duo argentina Lopez-Ortiz didatangkan. Maman Abdur Rahman jadi benteng yang tangguh. Semua nanpak baik baik saja. Normal, trengginas, dan tentu saja SNEX dan Panser Biru bungah. Hati saya mendua dari sini, karena Tim Kabupaten saya (jepara) juga mampu bal balan ditingkat nasional. Dan ironisnya, saudara tua (red. PSIS) yang harusnya kami sanak dan nyedulur malah jadi mungsuh.

tugiyo

Yak, itu hanya sekelumit cerita masalalu. Ternyata PSIS menyimpan Bara dalam sekam. Mas Yoyok yang nyaleg, Perusahaan Besar yang tidak mampu mendanai dan yang paling parah, APBD untuk PSIS tidak disetujui oleh anggota dewan. Dan sang Goliath pun ambruk. Seakan terserang flu babi yang mematikan. mak pett. Langsung ambruk kayak Kris Jhon di Hook kakan Mike Tyson. KO seketika. ada apa dengan PSIS? Tim dengan sejarah besar di persepakbolaan. Tim dengan stadion Jati Diri yang megah sebagai kandang. Tim dengan militansi fans yang luar biasa (salut untuk SNEX dan Panser Biru) we always piss bro.

Ya, PSIS terpaksa membubarkan tim utamanya yang berlaga di Djarum Super League karena terancam bangkrut(atau sudah). Terpaksa Tim junior men take over. tak heran, ratusan bahkan ribuan atau puluh ribuan orang amat kecewa dengan keputusan ini. Saya suka maen futsal ke Jati Diri yang megah itu. Saya suka belanja Merchandise di dekat stadion. Setiap pekan saya mbayar 2000 untuk iuran dengan cara beli stiker. Lha sekarang kemana? Kemana SNEX dan Panser Menyalurkan dukungan? akan lengangkah stadion Jati Diri?

panser

Masalah utama yang dituding adalah dana. Ya, finansial adalah masalah yang tidak ada ujungnya. Semuanya emang membutuhkan uang. Tetapi manajemen yang baik juga diperlukan. Pemasukan Lewat tiket, pemaksimalan belanja pemain dengan cara memanfaatkan pemain lokal berkualitas, merchandise dan penggalangan dana massal bisa dilakukan. Gotong Royong warga semarang agar bisa nonton bal balan lagi. Saya pasti akan kangen yel yel Panser yang biasa saya dengar sewaktu pulang kerja. Saya pasti akan kangen dengan macetnya jati ngaleh dan anak anak kecil berbaju biru itu. Saya pasti kangen sama terompet angin yang kenceng itu walaupun kadang jengkel dengan semua itu. Ya, saya kangen. Saya berduka. Saya sedih karena kebanggaan Semarang akan sepak bola kalah dengan rupiah.

Suatu hari nanti saya pengin membangun sepakbola indonesia. Nanti lapangannya saya keramik. Jadi kalau hujan lapangan ngga becek. Nanti kalau saya jadi presiden lho ya.

Turut berduka untuk SNEX dan panser. Turut berduka Untuk PSIS. Semoga semakin jaya untuk selanjutnya.  Saya menunggu kamu dibangkitkan oleh dukun sakti bernama Ki APBD. dengan obat ampuh berupa semburan rupiah tak berbatas sampai kuat beli Pele disuruh main. Semoga cepat kembali ke Trah dan kedudukanmu. Sebagai salah satu yang terbaik di Jawa, di Indonesia.

with Love

danindra

Antara Budaya, Hantu dan Pikiran

dany

Saya termasuk orang yang agak sedikit peka dengan perbedaan budaya diantara negara negara. walopun kenyataannya, menjadi seorang budayawan itu ternyata susah. bagaimana bisa? menjadi orang berbudaya saja susah. apalagi menjadi budayawan. kalau menjadi buayawan sih masih gampang saja. tinggal nggambus sana sini dan gotchaa. jadilah anda seorang buayawan.

tapi kali ini yang akan saya tulis bukan tips dan cara cara jadi buaya. yang saya akan bahas disini adalah hantu. iya betul, hantu. hantu disini bukan hantu sembarang hantu. tapi hantu yang saya maksud kali ini adalah hantu multi nasional. sudah mengalami cross cultural understanding.

ya, yang saya ingin bahas disini adalah ternyata wujud hantu itu dipengaruhi oleh budaya. jadi begini, orang barat, mungkin mengira kalau pocong itu gag serem dan malah kayak permen di bungkus. tapi kalau orang jawa tau pocong. pasti langsung lari terkencing kencing. sama halnya, kenapa koq kalau di indonesia koq gag ada manusia srigala, gag ada vampire. yang ada justru tante kunti, mbah gendrawi dan sejenisnya.

setelah dipelajari (oleh otak dangkal saya). ternyata hantu itu pengaruh dari sebuah budaya. jadi masyarakat yang melihat hantu tersebutlah yang membayangkan bentuk hantunya mengikuti imajinasi si penglihat. misalnya orang barat yang mind set nya bahwa hantu itu vampir, maka tidak akan takut jikalau lewat sebuah kuburan yang ada pohon beringin besarnya. karena mereka ngga tau. dan secara visualitas yang muncul dipikiran mereka adalah berbeda.

saya jadi berandai andai, kalaupun saya pergi ke singapur atau ke ostrali sana akan ketemu semacam itu ngga ya. dan apakah kalau bertemu dengan saya maka hantu itu akan berubah bentuk menjadi seperti mind set saya. atau tetap seperti mind set orang sana. kan ngga lucu juga kalau tiba tiba hantunya ndadak berubah dulu kayak son goku berubah jadi super saiya.

sumonggo, kalau ada sudut pandang lain. silahkan bertukar pikiran dengan saya.

salam hangat,

danindra