Home » Uncategorized » Rest in Peace PSIS!

Rest in Peace PSIS!

sinaturepsisas1

Semarang sudah saya anggap kampung saya sendiri. Selama 3 tahun ini saya numpang pipis, makan, minum, tidur di Semarang yang dulu kurang saya cintai. Semuanya saya suka sekarang. Kulinernya, gadis gadisnya, dunia malamnya. Semua saya suka. dan yang saya paling suka (setidaknya dulu pernah suka) adalah PSIS. Ya, team kesayangan warga semarang. Tempat SNEX dan Panser Biru menggantungkan asa agar sepakbola semarang mampu berbicara dikancah nasional. Sejarah yang memukau tentu saya tidak begitu saja dapat dihapus. Juara Liga Galatama Jaman Tugiyo dan Ali Sunan pun dulu saya ikut bungah setengah mati.

Perlahan, musim selanjutnya tajinya mulai hilang. Tugiyo cidera, Ali Sunan pindah ke Persija. Dan beberapa memilih tinggal karena terlanjur cinta pada Semarang. Tahun 2006 PSIS bertaji lagi. Duo argentina Lopez-Ortiz didatangkan. Maman Abdur Rahman jadi benteng yang tangguh. Semua nanpak baik baik saja. Normal, trengginas, dan tentu saja SNEX dan Panser Biru bungah. Hati saya mendua dari sini, karena Tim Kabupaten saya (jepara) juga mampu bal balan ditingkat nasional. Dan ironisnya, saudara tua (red. PSIS) yang harusnya kami sanak dan nyedulur malah jadi mungsuh.

tugiyo

Yak, itu hanya sekelumit cerita masalalu. Ternyata PSIS menyimpan Bara dalam sekam. Mas Yoyok yang nyaleg, Perusahaan Besar yang tidak mampu mendanai dan yang paling parah, APBD untuk PSIS tidak disetujui oleh anggota dewan. Dan sang Goliath pun ambruk. Seakan terserang flu babi yang mematikan. mak pett. Langsung ambruk kayak Kris Jhon di Hook kakan Mike Tyson. KO seketika. ada apa dengan PSIS? Tim dengan sejarah besar di persepakbolaan. Tim dengan stadion Jati Diri yang megah sebagai kandang. Tim dengan militansi fans yang luar biasa (salut untuk SNEX dan Panser Biru) we always piss bro.

Ya, PSIS terpaksa membubarkan tim utamanya yang berlaga di Djarum Super League karena terancam bangkrut(atau sudah). Terpaksa Tim junior men take over. tak heran, ratusan bahkan ribuan atau puluh ribuan orang amat kecewa dengan keputusan ini. Saya suka maen futsal ke Jati Diri yang megah itu. Saya suka belanja Merchandise di dekat stadion. Setiap pekan saya mbayar 2000 untuk iuran dengan cara beli stiker. Lha sekarang kemana? Kemana SNEX dan Panser Menyalurkan dukungan? akan lengangkah stadion Jati Diri?

panser

Masalah utama yang dituding adalah dana. Ya, finansial adalah masalah yang tidak ada ujungnya. Semuanya emang membutuhkan uang. Tetapi manajemen yang baik juga diperlukan. Pemasukan Lewat tiket, pemaksimalan belanja pemain dengan cara memanfaatkan pemain lokal berkualitas, merchandise dan penggalangan dana massal bisa dilakukan. Gotong Royong warga semarang agar bisa nonton bal balan lagi. Saya pasti akan kangen yel yel Panser yang biasa saya dengar sewaktu pulang kerja. Saya pasti akan kangen dengan macetnya jati ngaleh dan anak anak kecil berbaju biru itu. Saya pasti kangen sama terompet angin yang kenceng itu walaupun kadang jengkel dengan semua itu. Ya, saya kangen. Saya berduka. Saya sedih karena kebanggaan Semarang akan sepak bola kalah dengan rupiah.

Suatu hari nanti saya pengin membangun sepakbola indonesia. Nanti lapangannya saya keramik. Jadi kalau hujan lapangan ngga becek. Nanti kalau saya jadi presiden lho ya.

Turut berduka untuk SNEX dan panser. Turut berduka Untuk PSIS. Semoga semakin jaya untuk selanjutnya.  Saya menunggu kamu dibangkitkan oleh dukun sakti bernama Ki APBD. dengan obat ampuh berupa semburan rupiah tak berbatas sampai kuat beli Pele disuruh main. Semoga cepat kembali ke Trah dan kedudukanmu. Sebagai salah satu yang terbaik di Jawa, di Indonesia.

with Love

danindra

2 thoughts on “Rest in Peace PSIS!

  1. Weleh, romantisme sepakbola saja’e.
    Yah, begitulah wajah dunia sepakbola kita. Banyak yang kelimpungam karena keterbatasan anggaran. APBD kini takbisa lagi jadi jaminan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s