Home » Uncategorized » Sedikit Memori Masa Kecil dan Sebuah Kisah Sedih

Sedikit Memori Masa Kecil dan Sebuah Kisah Sedih

Jadi kangen nulis lagi. Mana moodnya nulis muncul pas sudah selesai jam kantor. Kerjaan yang makin lama makin ndak jelas banyaknya ini jadi penyebab kenapa saya jarang posting dan lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk galau galau ngga jelas di twitter. Banyak yang ingin saya bagi kepada semuanya. Daripada menuh-menuhin pikiran mending dituliskan saja menjadi catatan yang kelak saya akan tertawa membacanya. Saya ingin bercerita tentang 2 hal.

Yang pertama adalah kenangan jaman saya masih SD dan yang kedua agak sedikit kelabu, salah satu teman lama yang jarang bertemu tiba tiba dapat kabar kalau beliau memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Ngga jelas ya? mana ada nulis sambil galau koq jelas. Tapi satu hal yang saya ingin sampaikan disini sebuah jalan panjang yang sudah kita lalui pasti mempunyai arti untuk hidup kita. Baiklah saya mulai cerita. ini tentang SD saya di desa dulu.

Saya menghabiskan masa kecil yang bahagia selama 6 tahun disana. SDN Kelet 01 namanya, atau lebih menterengnya disebut SD kampus. Kenapa SD kampus, karena dulu SD di desa saya sudah ada 3 kelas yaitu A, B, dan C. Mirip kayak kampus katanya, saya sendiri juga bingung, kampus mana yang mirip sama SD saya. SD ini adalah tempat saya menuntut ilmu dan dalam 18 catur wulan saya selalu ranking 1 terus. Entah apa yang terjadi yang jelas makin lama otak ini semakin lama semakin melemah mendekati level moron seperti sekarang. Sekolah ini secara berturut turut memintarkan trah KUSUMA tanpa putus selama 18 tahun.

Saya Dhani Kusuma dari 1994-2000, adek perempuan saya 1999-2005 adik perempuan saya Nawang Kusuma masuk dan dilanjut 2005-2011 adik laki laki saya Wisnu Kusuma yang baru saja menamatkan SD nya. Saking harunya ibu saya, sampai kemarin menangis berpelukan dengan guru kelas 1 saya, Bu Woro. Kenapa Bu Woro yang paling berkesan? Karena beliau dengan sabar mendidik kami sampai bisa membaca, satu hal yang membuat putus asa. Akhirnya kemarin ketika perpisahan SD itulah ibu mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya.

Saya mengalami masa kecil yang bahagia disana, saat saat menghindari gigitan anjing di sebelah gereja jawa atau saat ngasak (mulung) kok bulu tangkis untuk main di rumah. Bersepedakan Wim Cycle kecil warna ungu yang selalu saya kayuh tiap berangkat, dan kadang juga tertinggal di sekolah karena saya lupa kalau saya tadi bawa sepeda. Masa kecil yang menyenangkan.

Next story, kemarin ketika dirumah saya dikejutkan dengan berita kalau teman main bola saya memilih mengakhiri hidupnya. Entah karena beban hidup yang teramat berat atau memang sudah bosan dengan hidupnya. Dia yang dari kecil memang sudah menunjukkan bakat nakalnya ini sebenarnya atlit yang istimewa. Dia melompat sangat tinggi, menendang sangat keras dan berlari sangat kencang. Sayang alkohol dan pergaulan mengarahkan dia ke arah yang salah. Kearah dimana seks bebas dan alkohol begitu mudah didapat. Apapun catatanmu kawan, semoga itu adalah jalan yang mungkin terbaik buat kamu (walaupun tentunya bukan jalan yang baik juga sih :D). Bye

Danindra

2 thoughts on “Sedikit Memori Masa Kecil dan Sebuah Kisah Sedih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s