Day 30

Saya sedang tiduran pada malam itu sebelum seorang teman mengirimkan ini kepada saya dan berkata

V : “its just like you, i think”

D : “what is it?”

V : “Just hear it, I remake it in accoustic version, please check on your blackberry”

D : “How can i get it?”

V : “Download it idiot”

D : “Yeah, let me try”

V : “Finish? PING!! Hey.. PING!!”

D : “Hell yeah, in few minutes” *so sleepy

V : “I miss you”

D : “No, you dont”

Selanjutnya, saya cuma mau rebahan di rel. Sayang di Bali ga ada kereta.

Hilang, *i dunno who’s the original one*

Tersenyumlah saat kau mengingatku ,

karna saat itu aku sangat merindukanmu

dan menangislah saat kau merindukanku

karna saat itu aku tak berada di sampingmu

tetapi pejamkanlah mata indahmu itu

karna saat itu aku akan terasa ada di dekatmu karna aku berada dihatimu untuk selamanya

tak ada yang tersisa lagi untukmu selain kenagan indah bersamamu

mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta,

mata indah yang dahulu milikku kini semuannya terasa jauh meningalkanku

kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu

hati, cinta, dan rinduku hanyalah milikmu,

cintamu tak kan pernah membebaskanku

bagaimana mungkin terbang mencari cinta yang lain saat sayap – sayap patah karnamu,

cintamu akan tetap tingal bersamaku

hingga akhir hayatku dan setelah kematian

hingga tangan Tuhan akan mempersatukan kita lagi ,

betapa hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan

yang tengah menghidupkan sinar redupku

namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesunguhnya

aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang selain cintamu

karna mereka tak tertandingi dalam sosok dirimu dalam jiwaku,

kau takkan pernah terganti bagaikan pecahan logam mengekalkan,

kesunyian, kerinduan dan kesedihan kini aku telah kehilanganmu.

 

*2 hours later*

V : “Have you hear it?”

D : “Many times”

V : “What do you think?”

D : “It’s just like me, Thank You anyway”

V : “what do you wanna do now?”

D : “Go to circle K and buy some Baygon”

V : “Oh noo.. just try HIT, it works so fast. So many mosquito there, Hah?”

D : “Really? Is it works fast?, only for mosquito right?”

V : “Aha, several time i tried to cockroach too”

D : “What about for human?”

V : “What do you mind?”

Sampe detik saya nulis ini, sepertinya dia masih belum paham apa maksud saya.

Lu lugu apa bego sie Ndeng? See you soon on April. In my lil party. I’ll invite you.

With love

D

Advertisements

Hari ke 19

Day 19,

Jimbaran – Bali

Hei, ini hari kesekian di Bali. Ke 19 kalau tidak salah hitung. Masih terasa sepi disini. Masih ada serpihan serpihan luka yang belum kering betul dan harus ditambah dengan luka luka baru. Hahaha, Nevermind. The show must go on kan? Walau tidak semudah itu berpindah dari satu tempat ketempat baru yang sama sekali asing ini. Kerjaan? sepertinya semuanya masih berjalan sebagaimana mestinya. Baik baik saya dan mulai menunjukkan trend menanjak khas peak season di bulan Desember dan Januari. Semoga bisa achieve target bulan ini dan bisa cepet dapet duitnya. Pulang? ah, siapa yang bisa menahan rindu pada kampung halaman.

Saya kangen dengan keangkuhan cuaca Semarang yang luar biasa menyengat pada siang hari, namun berubah menjadi hujan yang membuat gadisku itu harus berteduh dipinggir jalan menunggu reda. saya menghindari lagu2 picisan beberapa hari ini. Takut melow dan hawanya jadi pengin pulang. Dia? masih belum kembali. Masih terbang ke langit ketujuh menikmati keindahan ciptaan tuhan yang sekarang berada disisinya. hahaha, ironis ya? biarin. Saya sudah berusaha bertahan sebisa dan sekuat yang saya bisa lakukan. Namun mungkin semuanya belum cukup. Dan sekarang masih terus berharap dia akan cepat kembali. Ada beberapa kali celah yang saya manfaatkan untuk bisa mendapatkan dia kembali namun belum bisa.

Oiya saya belum hafal jalan. hahaha, dengan IQ sekelah bintang laut yang berteman dengan sponge kotak berwarna kuning, sulit sekali otak ini untuk mengingat jalan. Sekarang taunya baru By Pass Ngurah Rai Sanur, By Pass Ngurah Rai Jimbaran, Sunset Road, Imam Bonjol (macet uey), Nakula, Krobokan Raya, Kunti (ini tempat si kakak baik hati itu tinggal) dan jln raya uluwatu. Selain itu? buta. Tapi yang namanya kesasar selalu membawa berkah kan? *ngeles* Kemaren waktu mengunjungi salah satu customer di daerah Seminyak saya nemu pantai Seminyak dan kawasan abimanyu yang ternyata kawasan elite para bule. Kemarinnya lagi saya ke Canggu. Mencari salah satu tangkapan besar yang sudah menjadi target beberapa hari ini. Disana ketemu pantai brawa. Keren pantainya, sepi. Dan sekali lagi, Bule yang blusukan kesana. Pokoknya sekarang bisa nemu lokasi lokasi yang ngga mungkin orang jawa blusukan kesini.

Betah disini? Banyak sekali pertanyaan yang menanyakan kesanggupan saya untuk meneruskan pekerjaan disini. Apalagi ditengah banyaknya masalah dan gadis saya yang tak kunjung kembali itu membuat saya serasa ingin secepatnya meninggalkan kota ini. Hanya saja, ini sepertinya jalan yang terbaik. Saya mengejar karier disini, mencari sebanyak mungkin uang, membelikan dia sebuah kamera DSLR yang begitu diidamkan oleh dia. Membeli mobil idaman saya dan punya uang muka untuk mengambil satu unit perumahan sederhana di Semarang. Dan saya akan pulang setelah mendapatkan semuanya. Butuh nabung berapa tahun? entahlah. Target saya dua atau tiga tahun disini. Mungkin sedikit lebih lama kalau gadisku itu mau menyusul kesini seperti apa yang dia janjikan.

Yang jelas dalam sebulan kedepan ini saya akan tetap bertahan dan berjuang. Sampai rasa itu benar benar pudar karena sakit dan sampai otak ini bebal memikirkan kemungkinan untuk kembali. Semuanya nampak samar sekarang. Namun akan segera jelas. Sebulan ini harapan saya gantungkan kepadanya. Semua yang dulu saya kacaukan dengan segala kekurangan dan ketidakdewasaan pemikiran pemuda berusia 22 tahun. Jalan jalan malam khas blog saya? akan segera saya mulai lagi. Saya sudah punya 2 artikel, yang lain menyusul ya. Udah ngga pernah main malam lagi sekarang kecuali ada artis yang benar benar saya tunggu. Jason Mraz bulan depan kabarnya akan menyambangi hotel tempat si abang bekerja. Semoga saya bisa nonton.

Danindra

Dia

Sudah lama sekali saya mendam postingan ini di draft, baru naik sekarang. Ini cerita tentang seseorang yang sudah menemani saya selama 3 tahun. Menerima saya apa adanya yang dulu masih mahasiswa labil kere, sekarang masih labil sih, cuma minimal udah ngga mahasiswa dan sedikit naik level dari kere menjadi sedikit tidak kere.

Baik saya mau cerita tentang dia, bukan tentang kere tadi. Alkisah dulu ada ketika saya mahasiswa dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan dengan dia dan menjalaninya selama 3 tahun terakhir ini.

Banyak sekali kisah manis yang menyatukan kita selama tiga tahun ini. Tidak terhitung sudah ratusan kilometer jarak yang kami tempuh untuk dapat bertemu. Tidak sedikit pula biaya, pengorbanan dan tenaga yang dihabiskan untuk pertemuan pertemuan kami.

Suka duka yang kami lalui bersama semakin terasa di bulan bulan berikutnya. Kami menikmati setiap waktu yang kami bisa habiskan bersama. Melakukan kegilaan kegilaan dan kebodohan yang kami lakukan. Dengan wajahnya yang innocent nyaris tanpa ekspresi itu bisa berubah menjadi sangat ekspresif. Begitu menyadari kesalahannya, mukanya akan memerah, rona itulah yang membuat saya jatuh cinta. Dia punya kebiasaan melakukan setiap kata kata yang akan dia ucapkan, sepertinya dia mengalami ketidak sinkronan antara apa yang dia pikirkan dan apa yang dia ucapkan. Kalau sedang marah, rona merah itu akan ditambah dengan gembungan pipi yang sangat menggemaskan.

Tahun kedua, cobaan semakin besar menempa kami, dengan status mahasiswa saya yang akan segera berakhir dan pekerjaan yang benar benar menguras tenaga ditambah skripsi yang semakin dekat dengan deadline membuat saya menjadi temperamental. a boy in early 20 with a lot of problem. How pathetic am i! Kita banyak diuji dengan ketidaksabaran saya, yang kadang diimbangi dengan kekurang cekatannya melayani saya membuat kasabaran saya sering habis. Tapi percayalah, semua itu hanya sesaat. Saya bisa menjadi manusia, semanusia manusianya manusia, adalah ketika saya berada didekatnya.

Kita bersusah payah bersama. Kredit handphone sampai ngga kuat makan. Lebih memilih uang makan jadi pulsa dari pada jadi nasi atau selembar tiket travel. Menaruh barang2 paling berharga kita ditempat menyelesaikan masalah tanpa masalah.. hahaha..

Dari situ kesalahan demi kesalahan terus saya lakukan. Kebandelan kebandelan khas remaja seumuran saya yang tentu saja masih belum mudah untuk berpikir serius. Dan godaan untuk mendua pun muncul. Begitu banyak wanita wanita yang dekat dengan saya, dan ketidak mampuan saya melihat sisi keindahan wanita, membuat saya seakan tidak memiliki perhatian dan cinta lagi. Kami memutuskan untuk sementara berjalan dijalan kami masing masing.

Tuhan punya kehendak lain dalam drama kehidupan kami nampaknya. Dia menyatukan kembali hati kami. Saya sadar, ini buah keteguhan hatinya kalau kami masih bisa bersama kembali dengan semua kekurangan yang kami miliki kami sebagai manusia. Saya yang tidak matang secara umur dan ekonomi. Dia yang dengan cintanya saya anggap memenjarakan kebebasan naluri lelaki saya. Kami bertekad untuk memperbaiki ini kembali.

Saya belum berubah nampaknya, dan Tuhan sekali lagi menguji kami. Saya masih belum cukup dewasa untuk menghargai seluruh perhatian dan cinta yang dia berikan kepada saya. Denagn kesalahan yang sama, masih dengan ketidakcukupan kematangan saya dalam mengerti perhatian yang dia berikan saya sekali lagi saya tergoda pada keindahan tubuh dan kecantikan wanita lain. Mata yang tak bisa berfokus dan ketidak mampuan saya menjaga hatinya membuat untuk kedua kalinya saya kehilangan dia.

Dan sepertinya ada perhatian yang lebih banyak tercurah padanya dari orang lain. Dan dia menerimanya. Dia sangat tampan dan berkelas. Seperti apa yang diidamkannya selama ini. Saya tidak menyalahkan pria itu. Saya menyalahkan diri saya sendiri mengapa saya tidak mampu menjaga dan mempertahankan dia dengan baik. Ketidak tahuan saya dan keterbatasan saya dalam memahami dia membuat saya kehilangan dia untuk kedua kalinya.

Bencikah saya kepada dia? berhentikan hubungan kami? ternyata tidak cukup untuk menghalangi kami untuk tetap saling memberikan perhatian dan kasih sayang kami masing masing. Kami masih tetap saling mencintai dan memiliki, setidaknya menurut saya. Kami masih saling mengasihi, peluk dan ciuman sayang, chatting setiap waktu dengan dia. Kadang terbesit dipikiran saya, bahwa saya sangat jahat dan tidak fair dengan dia dan pria nya. Ah, kami masih saling cinta, ya kan mumu?

This is our last best moment :

12 Nov – regular meeting with her, barengan dari pagi sampai malam hari

13 Nov – Nganter kuliah sampai malem. Have some fun together.

16 Nov – With Ivanna n her, nonton real steel. telat ya?

19 Nov – All day long with her. took her at university, perpanjangan SIM, berobat ke rumah sakit.

Pengin nonton jazz tapi gagal gegara ribut ama pria nya.

20 Nov – Rayain ulang tahun dia yang ke 26. how old you are girl.

22 Nov regular meeting. Makan malam

25 Nov – Have dinner with ratih, ivanna, tayuk. last night with her

26 Nov – Say good bye.. What a wonderful time with you. You give it for the last time before i leave.

Next meeting? dunno.. hopefully soon

Disini saya menempa diri, Mendewasakan pikiran dan meraih semua yang bisa saya raih.

Pulang ke Semarang. Danindra will be 178 cm/ 75 Kg. Lebih dewasa, lebih matang, lebih tampan. *narsist

See you soon Ta.. I love you

 

Danindra

Dedicated for Indah Purnamasari

http://indahisme.wordpress.com

Please Welcome, A New Life

Akhirnya setelah galau menahun dan pertimbangan akan masa depan yang lumayan cerah, saya memutuskan untuk hijrah ke Bali. Awal mula adalah mencari karier yang lebih baik di perusahaan yang sama namun mendapatkan promosi satu tingkat lebih tinggi. Akhirnya pindahlah saya ke pulau dewata ini.

Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan membuat saya yakin. Ini harus berhasil. Saya harus menghasilkan sesuatu sepulang saya dari sini. Saya sudah kehilangan dia yang menemani saya selama 3 tahun belakangan ini, dan saya tidak ingin itu berlarut dan membuat saya tidak fokus dengan semua yang sedang saya rencanakan.

Saya akan ceritakan perjalanan saya lain waktu ya, kali ini pengin cerita dulu di Bali. Tempat asing yang mana saya pun baru beberapa kali menginjakkan kaki disini.

Ada pepatah mengatakan bahwa Tuhan Selalu Bersama Kita. Saya percaya. Di pulau antah berantah ini saya menemukan 2 orang luar biasa yang memandu saya, mencarikan saya tempat tinggal yang bagus, mentraktir saya makan dan mengenalkan saya jalan jalan di kota yang begitu indah ini. Thanks berat buat abang dan mbadin yang sudah membantu saya begitu banyak dan begitu seringnya. Belum bisa bales apa2 ya Teh.

Mengawali perjalanan 600 Km naik katana akhirnya saya berakhir disebuah hotel di daerah Tuban, Kuta Bali. Menikmati pantai sambil melihat sepasang kekasih berpegangan tangan. Malah galau juga akhirnya.

Saya sekarang tinggal di daerah jimbaran. Dekat dengan Garuda Wisnu Kencana. Hanya 500 meter masuk komplek saya. Sangat cocok dipakai bersepeda sore hari atau ketika pagi hari dikala libur.

Sebuah ruangan berukuran 4×4 meter persegi, dilengkapi dengan kamar mandi dalam dan sebuah dapur mini. Ada sebuah springbed dan lemari yang cukup untuk menampung barang barang saya yang banyak dan ndak penting itu. Saya tidak harus merogoh kantong terlalu banyak sebenarnya. Murah untuk ukuran di sebuah tempat wisata.

Dikantor baru semuanya rasanya aneh. Memulai sesuatu dari awal. Tapi saya percaya, saya bekerja dengan orang orang hebat yang siap melakukan pekerjaan terbaik untuk mendukung saya.

Meninggalkan orang orang terkasih dan begundal begundal loenpia.net membuat saya semakin sadar dan yakin untuk apa saya kesini. Saya kesini untuk mencari makan. Untuk menabung dan membuat resepsi pernikahan impian saya dan dia tanpa merepotkan orang tua. Untuk sebuah toyota yaris dan untuk sebuah rumah mungil di Semarang nanti.

Entah berapa tahun saya akan disini. Untuk jangka waktu yang lama sepertinya. Berbekal dengan hati remuk redam dan kemauan untuk maju saya kesini. Saya berjanji. Pantang pulang sebelum kaya.

Please welcome, Indra Dhani Kusuma, International Account Manager for FedEx Express Denpasar. Saya bisa dikontak di sini :

(0361) 705694, 701727.

Love you all/ Danindra Kusuma