Home » Uncategorized » Tentang #LOENPIA8

Tentang #LOENPIA8

Image

 

*masih ngos-ngosan abis recovery password*

Walaupun sebenernya saya ndak lupa lupa amat dengan password blog saya, tapi bongkar2 archieve jaman register cukup menguras tenaga dan pikiran #halahbanget.

Baiklah, postingan ini akan sedikit sentimentil, dan karena saya posting telat, maka sempurnalah saya ditahbiskan sebagai Anggota Durhaka. Ah, kau berlebihan anak muda! Tentu saja tidak. Mengapa? Pernah orang tua menasihati anda “Kuliah sing sregep, orak usah aneh2, dolan pareng ning ojo keblinger”. Seakan menodai makna dari wejangan orang tua saya itu, saya malah bekerja sebagai operator di salah satu warnet yang lumayan “mesum” di bilangan sampangan sana. 

Hubungannya apa? ngga ada sih, saya cuma mau cerita saja kalau dulu saya operator warnet #random. Ehm, jadi begini, karena menemani malam malam saya yang panjang karena saya pilih shift malam 16.00-24.00 atau 24.00-08.00 saya kadang kurang kerjaan kala warnet sedang sepi. Dimasa itu internet memang belum semudah dan semurah sekarang. Jadi saya yang kelebihan tenaga, kurang kerjaan tapi turah benwith akhirnya browsing2 tentang apa yang ada di Semarang. Belum terpikir sedikitpun untuk berkomunitas. Sampai akhirnya saya menemukan komunitas blogger Semarang LOENPIA.NET (bahasanya kayak MLM yak!).

Saya anak muda 19 tahun, pertemanan belum banyak karena saya datang dari daerah. Tapi saya masih ingat kopdar pertama saya. Ada mas Pepeng, mas Budi, mas Didik, mb Nining, mb Steylla, mas Munif, mas Mizan, Kingkong (gak usah pakek mas!), saya lupa siapa lagi. Saya masih malu2 di kopdar pertama itu di BRUX the Bistro yang sekarang sudah almarhum. Setelah disasar2kan karena  dikasih nomor telp yang salah dan tidak tau harus menghubungi siapa kalau kopdar akhirnya saya disambut hangat di keluarga ini.

Saya bertumbuh disini. Dari mahasiswa penjaga warnet, menjadi MC Abadi komunitas, menjadi marketing di salah satu perusahaan telekomunikasi milik anggota komunitas, sampai saya memutuskan untuk masuk ke industri saya sekarang. Hal paling penting adalah saya terpakai disini. Saya dimanusiakan, bahkan disegani sebagai salah satu member paling jago nyepik nomor dua. Nomor satunya tetap saya serahkan kepada Sinuwun Mouniffo yang memilih lengser keprabon. 

Menyenangkan ketika persaudaraan kami akhirnya menjadikan loenpia lebih dari sekedar komunitas namun menjadi keluarga besar. Kopdar yang selalu riuh dengan tawa, tanpa memikirkan tempat harus ber AC, makanan harus steril, as mbuh yang penting kami bisa duduk, njagong, wedangan. Syukur2 ada wifi. Cukup. Disela sela itu canda tawa menggerus malam, berganti hari, menjelang pagi. Baru kami pulang kandang. Sekarang? ah, kami semua berproses tuan. Jakarta bukan merenggut semuanya. Tapi kami yang menyerahkan diri untuk direnggut masuk kedalam pusaran rupiah yang begituu kencang. 

Selamat ulang tahun kedelapan rumahku LOENPIA. Kamu adalah tempatku untuk pulang. Ya, Pulang…

 

Danindra Kusuma

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s