New Career at Freight Forwarding Industry

image

Saya memulai karier baru. Salah satu resolusi yang masuk dalam list 2014 akhirnya tercapai. Pindah ke sebuah industri yang sangat baru untuk saya. Freight forwarding! Di sebuah perusahaan besar berkebangsaan Denmark yang berkedudukan di Belanda. DAMCO.

Sebuah kepusingan baru, karena saya nyaris buta masalah perkapalan, kontainer, trucking merupakan hal yang sangat baru bagi saya. Sistem baru, karakter pasar yang sama sekali berbeda dan yang paling menantang, sayaa sendirian disini. Kepercayaan diberikan kepada seorang pemain baru berbekal sedikit database dan hubungan baik dengan beberapa shipper.

Kepenatan baru hadir di dunia saya yang sekarang. Sebuah industri besar dengan kargo besar dan permainan industri ini membuat rambut saya perlahan meninggalkan kulit kepala. Damn! Saya nyaris menyerah dibulan kedua masuk kesini. Business development yang saya pelajari selama di kurir mendadak nyaris tidak berguna.

Sekali lagi, mungkin ini jalan Tuhan yang sedang diberikan kepada saya. Kehendak yang saya tidak kuasa untuk menolak. Tuhan meminta saya untuk “belajar, belajar, belajar”. Dibenturkan sana sini dengan berbagai macam kesulitan dan masalah. Dengan tempaan dari luar maupun dalam perusahaan. Berat badan saya naik tak terkendali. Saya rakus melahap apapun yang ada dihadapan saya.

Masalah tak kunjung berhenti ketika Tuhan memberikan ujian dengan mendatangkan orang orang dari masa lalu yang tak kuasa saya tolak kehadirannya. Ah, saya ternyata hanya manusia biasa. Ternyata ditengah tempaan yang luar biasa dan rasa kesendirian yang sangat menyiksa itu saya tergoda. Saya luluh kembali. I just a poor lonesome coboy..

Something Big is Come Up This Year

image

Saya sedang mempersiapkan sebuah langkah besar tahun ini yang menjadi resolusi tahunan saya. Alhamdulilah ini berhasil tercapai disaat awal tahun. Iya, saya sedang membangun rumah saya sendiri. Untuk ukuran seorang pegawai rendahan macam saya, punya ru.ah tentu sebuah impian besar yang dulu bahkan bermimpipun saya ngga berani. Tapi akhirnya dinekati dan terwujudlah bangunan seperti gambar di atas. Sebuah rumah sederhana tipe 36 dengan luas tanah ngepres banget 73 meter persegi. Bahkan sisaan tanah pun saya ngga punya. Kalau kata teman saya, saya akan merasa bahagia karena saya bisa melihat anak, istri, ruang tamu, dapur, mobil dan taman dalam sekali pandang.

Yang saya suka dari rumah ini adalah pemandangan kala pagi hari membuka mata. Saya akan disuguhkan bukit meteseh yang hijau dan hamparan pohon yang mewarnai sekitarnya. Iya, saya tinggal di kampung. Namanya Gedawang. Lebih tepatnya alamat saya akan di Cluster Villa Krista Mansion Blok B 11. Rumah mungil ini akan menyita 1/3 pendapatan untuk setidaknya 15 tahun kedepan.

Saya menata semuanya jengkal demi jengkal. Mulai memikirkan tanaman apa yang akan saya tanam, warna apa keramik kamar mandinya, sampai dengan sofa apa yang cocok untuk mengisi hamparan ruang terima tamu yang tak seberapa luas itu. Mengingatnya dalam pikiran saya dan mewujudkannya sesegara mungkin saat saya sudah mempunyai sedikit sisa pendapatan. Atau mungkin juga akan menjadi hamba kredit 0% dari penyedia kartu kredit keluaran salah satu peritel terbesar di Indonesia. Ahh, indah sekali rencana Tuhan untuk saya tahun ini.

Semuanya berjalan sangat mulus. Mulai dari pengajuan kredit yang mudah dari Bank, marketing perumahan yang sangat helpful (thanks mbak febby), sampai dengan pengurusan notaris yang tidak susah. Deg2an justru diakhir persiapan ketika Bank penyedia meminta saya melunasi pinjaman Personal Loan saya. Dezigg!! Dari mana saya mencari 15juta rupiah dalam waktu 1 minggu?

Banyak sekali bantuan2 tak terduga yang akhirnya menguatkan saya. Orang2 yang menenangkan saya dengan sekedar berkata “kuat, pasti kuat. Yakin saja Gusti Allah mboten sare”. Dan akhirnya sampailah pada saat ini. Saya trenyuh juga waktu batu bataton itu disusun satu per satu. Kepingan itu disusun menjadi rumah. Hahaha leganyaa luar biasa.

Yang mulanya saya pikir saya sendirian ternyata tidak. Saya ngga sendiri, ada orang2 dibelakang saya yang tidak lelah untuk mendukung saya. Bahkan pertolongan Tuhan tidak berhenti disitu. Seorang senior di kantor meminjami rumahnya untuk saya tinggali ketika saya nyaris ngga kuat buat bayar kos setelah menguras rupiah demi rupiah yang saya punya dikantong terdalam dan di rekening saya. “You stay, cook for your self. Internet and kitchen is yours”. Jadi selama ada beras, saya ndak akan kuatir kelaparan.

Rejeki tidak henti2nya menghujani saya ketika DPLK saya dari perusahaan sebelumnya bisa dicairkan lebih awal, dan Tabungan Mapan saya pecahkan sebelum jatuh tempo. Dan akhirnya semuanya tertutup. Gali lubang satu tertutul lobang lain. Semuanya pas, ngepres banget. Dan mantaplah saya untuk 15 taun kedepan jadi lelaki sejati. Ngredit omah! Prihatin sebenarnya adalah settingan default saya. Dari denpasar menyelesaikan Katana GX 94. Menukarnya dengan CityZ kesayangan saya setaun kemudian. Saya cuma nglundung. Percaya dengan rencana Allah kepada saya.

Orang tua saya sangat senang ketika mengetahui rumah sudah clear. Harapan mereka satu2nya sekarang adalah mencarikan saya teman hidup untuk menempati rumah itu. Saya awalnya mengusulkan kucing angora, yang kemudian membuat saya nyaris dicoret dari KK. Hahaha.. Pikiran saya, ah agak nanti lah kalau sudah lega baru memikirkan satu itu.
Besok sambung lagi ya curhatnya.. See you