Tentang #LOENPIA8

Image

 

*masih ngos-ngosan abis recovery password*

Walaupun sebenernya saya ndak lupa lupa amat dengan password blog saya, tapi bongkar2 archieve jaman register cukup menguras tenaga dan pikiran #halahbanget.

Baiklah, postingan ini akan sedikit sentimentil, dan karena saya posting telat, maka sempurnalah saya ditahbiskan sebagai Anggota Durhaka. Ah, kau berlebihan anak muda! Tentu saja tidak. Mengapa? Pernah orang tua menasihati anda “Kuliah sing sregep, orak usah aneh2, dolan pareng ning ojo keblinger”. Seakan menodai makna dari wejangan orang tua saya itu, saya malah bekerja sebagai operator di salah satu warnet yang lumayan “mesum” di bilangan sampangan sana. 

Hubungannya apa? ngga ada sih, saya cuma mau cerita saja kalau dulu saya operator warnet #random. Ehm, jadi begini, karena menemani malam malam saya yang panjang karena saya pilih shift malam 16.00-24.00 atau 24.00-08.00 saya kadang kurang kerjaan kala warnet sedang sepi. Dimasa itu internet memang belum semudah dan semurah sekarang. Jadi saya yang kelebihan tenaga, kurang kerjaan tapi turah benwith akhirnya browsing2 tentang apa yang ada di Semarang. Belum terpikir sedikitpun untuk berkomunitas. Sampai akhirnya saya menemukan komunitas blogger Semarang LOENPIA.NET (bahasanya kayak MLM yak!).

Saya anak muda 19 tahun, pertemanan belum banyak karena saya datang dari daerah. Tapi saya masih ingat kopdar pertama saya. Ada mas Pepeng, mas Budi, mas Didik, mb Nining, mb Steylla, mas Munif, mas Mizan, Kingkong (gak usah pakek mas!), saya lupa siapa lagi. Saya masih malu2 di kopdar pertama itu di BRUX the Bistro yang sekarang sudah almarhum. Setelah disasar2kan karena  dikasih nomor telp yang salah dan tidak tau harus menghubungi siapa kalau kopdar akhirnya saya disambut hangat di keluarga ini.

Saya bertumbuh disini. Dari mahasiswa penjaga warnet, menjadi MC Abadi komunitas, menjadi marketing di salah satu perusahaan telekomunikasi milik anggota komunitas, sampai saya memutuskan untuk masuk ke industri saya sekarang. Hal paling penting adalah saya terpakai disini. Saya dimanusiakan, bahkan disegani sebagai salah satu member paling jago nyepik nomor dua. Nomor satunya tetap saya serahkan kepada Sinuwun Mouniffo yang memilih lengser keprabon. 

Menyenangkan ketika persaudaraan kami akhirnya menjadikan loenpia lebih dari sekedar komunitas namun menjadi keluarga besar. Kopdar yang selalu riuh dengan tawa, tanpa memikirkan tempat harus ber AC, makanan harus steril, as mbuh yang penting kami bisa duduk, njagong, wedangan. Syukur2 ada wifi. Cukup. Disela sela itu canda tawa menggerus malam, berganti hari, menjelang pagi. Baru kami pulang kandang. Sekarang? ah, kami semua berproses tuan. Jakarta bukan merenggut semuanya. Tapi kami yang menyerahkan diri untuk direnggut masuk kedalam pusaran rupiah yang begituu kencang. 

Selamat ulang tahun kedelapan rumahku LOENPIA. Kamu adalah tempatku untuk pulang. Ya, Pulang…

 

Danindra Kusuma

 

Advertisements

2014 Langka Event? *Tentang PP 109 Tahun 2012

no_smoking_sign

 

Ya,  sudah saatnya Indonesia berbenah. Itu disatu sisi, disisi lain? Errr.. Susah ya untuk tidak menulis tentang manfaat dan mudharat lebih banyak mana. Selain saya bukan ustadz saya juga perokok.

Lho koq sampai ke rokok?

Jadi begini, kemarin saya yang sehari harinya magabut profesional itu kebanyakan melototin layar monitor daripada kerja. Iya iya saya pegawai murtad. Saya membaca tentang PP 109 tahun 2012 yang akan mulai aktif pada 2014 depan. Berarti dari rilisnya peraturan ini ada satu tahun sosialisasi yang dirasa cukup waktu untuk memberlakukan peraturan ini.

Indonesia terkenal sebagai Disneyland bagi perusahaan rokok karena kelonggarannya dalam promosi dan pemasaran produknya. Produsen berlomba lomba membaguskan kemasan, mempromosikan di media cetak dan elektronik, menyeponsori event event musik bergengsi dengan bintang tamu artis/band dari luar negeri.

Semua itu masih boleh sampai akhirnya petir itu datang.. Jederrrr!!! Petani tembakau menjerit, perusahaan rokok tertunduk lesu dan penyelenggara event organiser melongo kaget karenanya. Apa efeknya? Banyak! Dan tentu saja disertai multiplier effect yang menyertai.  Saya sebutkan ya:

Penjualan rokok turun. Baik atau buruk? Kita analisis.

Multiplier effectnya adalah petani tembakau tidak terserap hasil buminya, penerimaan negara jadi turun karena cukai rokok turun dan pegawai rokok harian banyak dirumahkan karena demand di pasar menurun.

Baiknya adalah berarti tujuan pemerintah untuk mengurangi perokok dengan tujuan mulia mensehatkan kehidupan bangsa dan melegakan hirupan nafas para perokok pasif yang sering mengeluh karena asap itu.

Event rokok untuk acara acara promosi seperti musik dan otomotif akan turun. Baik apa buruk?

Jadi gini, lebih dari 50%, (beberapa sumber mengatakan 80%) dari event yang diselenggarakan disponsori oleh produsen rokok. baru kemudian belakangan disusul dari provider seluler dan sektor perbankan. Akhirnya pesan yang ingin disampaikan oleh produsen rokok jadi berkurang. Ini tujuan dari pemerintah juga untuk menekan jumlah perokok.

Multiplier effect nya, industri yang bergantung pada sponsor rokok seperti promotor musik, event organizer, dan penyelenggara acara akan turun habis habisan. Sedangkan ticketing dianggap belum bisa menyumbang revenue untuk “balik modal”. Let say salah satu event jazz tahunan di Jakarta mengatakan sumbangsih dari rokok sebesar 40%. Berarti pait paitnya seluruh tiket konser akan naik 40%. dan yang paling pahit bisa naik 2-3 kali lipat sebelum dan sesudah adanya sponsor rokok.

Sisi lainnya, off air artis akan turun drastis karena event akan berkurang, event2 kompetisi musik akan berkurang bahkan hilang karena tidak boleh diselenggarakan oleh produsen rokok. AKhirnya LA Light Indifest, A Mild Live Wanted atau Djarum Rock Festival sudah tidak bisa diadakan lagi. Ini juga ada multiplier effectnya.Jadi kayak MLM, effect bunya downline effect. Keren ya? apa itu? bakat bakat baru akan lebih sulit muncul karena tidak ada ajang penyelenggara, artist panggung akan kesulitan mendapat job karena event di cut dan akhirnya seniman malas berkarya karena susah laku (karena mahal dan kurang event).

Sebut saja apa saja yang akan gulung tikar. MC kurang job, Band jam offair akan turun drastis, dan si empunya panggung/lighting/soundsystem cuma bisa menyewakan alatnya buat orang nikahan dan sunatan (*iya saya memang lebay). Disisi lain pendapatan artist dari RBT sudah anti klimaks beberapa tahun lalu, dan digital piracy tidak bisa dihentikan.

Sebenarnya cukup extrem langkah yang dilakukan pemerintah dalam pembatasan, misalnya :
– Label rokok cuma boleh 20% di depan dan belakang
– Harus ada tanda 18+
– Harus ada tulisan “tidak diperjual belikan untuk anak dibawah umur dan wanita hamil”
– Harus ada gambar mengerikan didepan dan belakang
– Harus jelas kadar kadar nikotin, tar dll
tulisan mild/ extra mild/ king size harus jelas. *kayak kasur aja ya king size
– Harus ada himbauan merokok dapat menyebabkan blablabla

On the other side efekl dari PP 109  adalah :
Sponsorship tidak boleh memunculkan warna khas produk, logo produk, dan menyebutnya sebagai sponsor. Jadi event organizer akan putar otak untuk memberikan penanda bahwa sponsor ini proud to you by salah satu produk. Misalnya kalo disekitar lapangan banyak kuda berarti event Marl*oro. Kalau lengket2 asin berarti event nya Gu*ang Garam. Atau kalau banyak paku payungnya berarti event Dj*rum.  Atau kalau banyak tukang ojek berkeliaran, berarti lagi ada kongres tukang ojek seluruh Indonesia #krikkk

Saya ramalkan (tsahhh..) akan banyak beasiswa beterbaran. Karena mau tidak mau produk rokok harus punya brand ambassador sebanyak mungkin. Kenapa brand ambassador penting? karena mereka akan menyebut dari mana foundation yang mensponsori dia dan dengan sendirinya akan menyebut brand tersebut. Beberapa produk sudah punya foundation/ yayasan yang kuat. Jaringan dan ambassador sudah mulai dengan gemilang mengambil langkah ini.

Dan kalau saya marketing cerdas, saya akan mengakuisisi tempat tempat penting dan strategis dan akan membeli namanya jadi brand saya. Kalau diluar sana banyak Emirates Stadium/ Etihad Stadium dan stadium2 lainnya. Disini mungkin bisa mengakuisisi gedung jadi Djarum Tower atau Jadi Sampoerna Stadium atau jadi Gudang Garam Building.

Kenapa seribet ini? karena pemerintah melarang sponsorship menampilkan warna khas produk, logo produk dan penyebutan nama sponsorship. Bahkan CSR pun tidak boleh terlihat. Jadi wahai pemegang merek, sekarang saatnya mengontak pemilik2 landmark atau bangunan atau tempat supaya dikasih nama sesuai produk anda. Seperti di semarang, ada perempatan milo, ada pertigaan sukun. Ya kali terus akan jadi perempatan djarum atau apa. Caranya? ya memanfaatkan 6 bulan ini untuk berkreasi dan menandai tempat2 landmark tersebut dengan cara extreem. Misalnya, pipisin aja tuh tempat2nya sebagai penanda daerah kekuasaan.

Mau discuss lanjut? call me yahh @danindra / 087731644321

Just my 2cent

Danindra Kusuma

My Farewell Note

Kuta Selatan, 28 December 2012

CHECK STATUS :

PUP 10/28/2010 0800 SRGA

ROP* 11/30/2011 0830 DPSA FLT : JIMNY K 8180 FC SRG-DPS / DENPASAR SCANNING EMPLOYEE LOC: DPSA

POD+ 12/28 2012 1400 DPSA

Finally, After 2 year in fabulous time. It’s my time.
I’m growing up as an RPX brigade, but now, I should fly to see the universe.
I have to leave our beloved RPX Company starting December 28 2012 to reach my personal destiny.

Ehemm,

First of all,
Let me say my thanks to Bapak Harsha E Joesoef and Ibu Sanny Marlina for the give me great opportunity to Join RPX Group.

Secondly, I’d like to say many many huge thanks to all of Great RPX Family

Special for my SRGA Team
Ibu Deasy Ariyani for hire me and give me opportunity to join this company
Mbak Yunita, Mbak Puji, Pak Yudi and Mbak Lya for all of love, smile, laught, spirit, advise and togetherness. Can’t wait to see you again in Semarang.
And Mas Septa.. Still there?? + New comers of Semarang, Nia, Rita, Erik, Dewa
SRGA Ops team, admin, collection and CS, Pak Salbani, Mas Alim, Mbak Nur, Tiwi, Mas Danu, Mbak Sinta, Mas Fendi Saprol, Pak Bambang, Mas Chairul, Mbak Reni, Mbak Novi, Erna and All courier team.

Super duper special complete with egg and double rubber for my beloved great DPSA team
Bapak Mario Marchell for guiding, sharing, mentoring, and hiring me in DPS. Nice to work with you, Captain! Thank you for bring DPSA come back and for The Best Improvement Branch..Cepet kawin yaa..
Bapak Luki Lazuardi, what a short time to working with you. Many thanks! titip denpasar team yaa..
Bapak Agung Kurniawan, for announce me and guidance for the first time in DPS
To Pasukan Joget Domestic Team/ Trio Labil/ The Three Strogese Bang Bobby, Pak Afif Hendro, Pak Ajun. Be Strong, be wise, be spirit. Semoga lekas sembuh dan ditunjukan jalan yang benar.salam BIDABI.
International Team, Mbak Sonya thank you for show me how to be better.. Mak Carol, my best partner ever. For all of your support, service, sharing and “ngomelin”. Stay positive, stay cool, stay smart.
DPSA Admin team/ Collection Team/ Finance Team, Mbak Santi, Iluh (selamat ya atas pernikahannya), Mbak Lisa (semangatt.. ga boleh galau), Om Glory, And Si Kecil Yayuk (belajar yang banyak yaa)
DPSA Ops Team/ CS/ Courier Team : Pak Rian (you are the last guardian now, be strong yaa.. titip DPS); Caesar, Pak WS, Panca, Pak Budi, Mbak Vina, Pak Kayan, My bro Erwin, Mbak Ugie, Pak Mundra, Damanik, Pak Jiwi and All courier.. Many thanks for always support me. Thank you.. Ketinggalan satu, Wisnu Pande, thank you bro.. Keep learning terus yaa

Many thanks and respect for all Managers and RPX Legion in Head Office RPX Center
Sincerely Thanks to Bapak Andry Adiwinarso, for the opportunity and guidance in SRG and DPS
Huge Thanks Bapak M Kadrial, for support and help me in SRG and DPS
Bapak Herry Andri Yanto for the help and support.
And the special one Bapak Johan Menan, for great assistance and mentoring. Big honour for me to be the part of your East ID Team

SPDT Team, Bude Iin niru dikit openingnya ya bude, nurul, wahyu, juanita, anggie, agung, lisa and ID CST team
Ibu Tiur and Mbak Imi and Clearance Team. Ibu Christina and All Export team, Many thanks for the support.

And but not least, I would like to say sorry for all of my mistake. Let me fly away for years to find new experience and learn the universe.
Semoga ngga ada yang kelewatan disebut.. Hasta la Vista

Warmest Regards,
Indra Dhani Kusuma
danindra@loenpia.net / danindra.classic@gmail.com
Twitter @danindra folbek eaaa
Facebook / Line/ Path/ Instagram : Danindra Kusuma
https://indradhani.wordpress.com
+6281325940523

Enam Bulan

Setengah tahun sudah berlalu,
Rasanya baru kemarin berkendara 600 KM jauhnya menyeberang selat, melintasi pulau.
Semoga tetap kuat dan berkah di pulau ini.
Semoga ada jalan yang lebih baik,
Untuk pulang, ataupun untuk melangkah lebih jauh..
Ungu, Kuning, Orange, Cokelat..
Sekarang masih di ungu..

we live to deliver :p

Bali Night Life Part 2 : Seminyak Area

Hi Readers, how are you? Lanjut ya ceritanya..

Jadi dunia malam bali itu tidak seindah dan seliar yang orang bayangkan. Diluar private party yang di gelar di villa villa private tentunya. Dulu sih masih ada beberapa nude beach yang mana ada putri duyung pada no bra disono. Tapi sekarang udah ngga ada koq. Dulu blue point atau pantai suluban sih masih ada beberapa yang berani nude. Sekarang udah ramai pantainya. Jadi ngga lagi. Dari curi dengar dari percakapan teman kantor sih ada satu pantai di daerah pantai sebelum padang bai masih ada satu yang banyak putri duyungnya. Oke lanjut ya tentang dunia malamnya.

Kemarin sudah cerita tentang Boshe dan Legian ya? Lanjut sedikit ya tentang legian. jadi sepanjang jalan legian itu banyak lady escort atau lady companion yang siap menemani minum atau makan. Jangan dibayangkan yang macam macam ya, ga semua bisa dipake begituan. Tapi kalau anda super ganteng atau super tajir setaraf Tommy Soeharto mungkin bisa. Ada juga sie yang “menawarkan” dirinya untuk segelas minuman dan party sampai pagi if you’re lucky. Kalau anda bule atau nice look pasti mereka mendekat.

Mau bahas apa ya? Seminyak aja ya, Agak beda kelas nih kalau dibanding dengan legian. Letaknya kalau dari bandara paling gampang langsung lurus saja menuju sunset road, sampai habis sunset roadnya langsung belok kiri. Masuk jalan Oberoy. Disitu banyak pertokoan keren dengan fashion khas bali yang high class. Let’s start the story, here we go :

3. Woo Bar Tempat nongkrong yang sangat berkelas di dalam W Hotel. trust me, the restaurant is the best. ada dua restoran disana. Yang satu western food dengan menu menu khas barat macam steak dan aneka grill, yang satu dan menghadap laut dan sajian menu yang luar biasa. Love this place. One of the best di Bali. Beberapa kali bawa tamu kesana dan puas deh dengan makanan dan masakannya.

Nah, disini ada yang namanya Woo Bar. Tempat nongkrong yang asyik dan ngga norak. Saya suka tempat ini karena crowd nya cukup menyenangkan dan kita bisa menikmati live music and DJ dengan laut dihadapan kita. Emang sie di sekitar sini Bule yang nongkrong memang high class. Saya sendiri kalau ngga “nunut mulyo” sama tamu tamu saya ngga akan bisa menikmati sajian cocktail disini. Nice bartender. Dont know the name, ngga sempet ngobrol banyak uey.

Untuk yang mau kesini cara paling udah? Naik Taksi 😀 ngga ada cara lain. Just ask the driver to lead you to this place. Letaknya di Jalan Petitenget, Nomor? Ah jangan nanya nomor alamat disini, ngga akan ada nomor yang pasti. Yang jelas kalau ada logo W Hotel cukup besar, ada security nongkrong menyebrangkan tamu tamu, berarti anda sudah sampai di tempatnya. Masuk ke hotel yang bagus, jalan batu kesana. Atau bisa lewat direct gate nya yang ada disebelum hotelnya.

4. Pottato Head Selalu disandingkan kayaknya dua tempat ini, saling menarik perhatian masing masing. Pottato head ini salah satu tempat milik om TW yang legendaris itu. View nya langsung laut menghadap ke anjungan bersofa. Live music yang disajikan sangat nikmat. Menikmati segelas besar cocktail ditepi pantai ditemani soft jazz dan bercengkerama dengan teman atau rekan bisnis setelah office hour adalah surga. *dasar otak sales, yang ada dipikiranya tetap aja reimburst entertainment kliennya*.

Tempatnya nyaris segaris pantai dengan Woo bar ini, agak sanaan dikit, you know? Orang bali selalu menunjuk jalan dengan utara selatan barat timur. Buat saya yang remidi melulu di pelajaran ilmu bumi, cukup kewalahan dan cukup mengandalkan GPS, Guidance Penduduk Setempat.

Menu alcohol dan non alcohol sama nikmatnya. Saya paling suka capucino nya yang saya rasa sangat pas dengan aroma pantai dan deburan ombak. Alamatnya ada di jalan peti tenget, sejajar dengan yang diatas. Jadi jalan luruss terus sampai nemu kepala kentang, Itu logonya. Langsung belok aja di gang sempit yang Cuma muat semobil itu. Jangan kaget dengan security nya. Agak ketat dibanding dengan tempat tempat lain. Disini juga crowd nya asik. Membidik pasaran high class memang. Nanti Cerita lagi ya..

Cheerss,

Dhani Kusuma

Bali Night Life Part 1 : Geliat Boshe and Legian Area

Jalan Malam Bali Part 1

 

Huahh, akhirnya sempat juga nulis lagi celotehan dengan dunia malam. Jujur nyaris selama 2 tahun ini saya vakum sama sekali tidak menyentuh night club dan segala macamnya. Sampai akhirnya iman saya jebol gara gara Maliq and D essential manggung di Semarang. Abis itu berurutan Kahitna, Geisha, Yovie and The Nuno, dan Nidji. Semuanya sih karena gratisan dapat dari si @hyudee. Jadi kenapa saya sampai terjerumus lagi disini, salahkan yudik. Semua salah yudik!

Oke, ngocehnya tentang semarang sudah cukup. Start from November 01 saya pindah ke Bali. Iya, Bali. Surganya dunia malam di Indonesia. Mau party kelas cetek 50 ribuan minum sampai kembung, hingga high class club dengan private party minimal bermodal cek puluhan juta pun ada disini. Saya? ah hanya penikmat nanggung saja. Penunggu invitation dari club atau ada teman yang mengadakan acara disana. Beruntungnya, saya banyak tamu dari luar Bali yang sering minta dianter kesana sini. Jadinya inilah catatan perjalanan saya.
Masih mau baca? here we go!

1. Boshe VVIP Club
Bertempat di Jalan By Pass Ngurah Rai. Jangan tanya nomor ya. Di bali ngga ada nomor yang bener. Semua orang mengklaim nomor berhoki bagus untuk dijadikan nomor rumah mereka. Kalau udah ada yang make, ya tinggal ditambahi aja X, XX, XXX atau A, B, C. pokoknya ngawur.
Back to Boshe, Lounge nya lumayan nyaman dilengkapi dengan ruangan 2 lantai. Lantai 1 untuk dance floor dan table. Mulai dari yang VIP sampai table regular. DC untuk masuknya lumayan murah IDR 50K sudah dapat welcome drink. Walaupun hanya satu gelas beer ataupun soft drink, yang penting bisa menikmati ambiance party di ruangan itu. Minumannya juga ngga terlalu mahal. Satu gelas Long Island Ice Tea dihargai IDR 60K. Untuk single shoot saya belum pernah coba. Bartender juga ngga kenal, jadi males experiment. Cocktailnya seru seru. Taste nya? international standard sie. Saya bisa merasakan campuran yang pas didalamnya.

Kalau kepengin main kesana, langsung aja menuju ke Jln Bypass Ngurah Rai Jimbaran. Kalau dari arah bandara bisa langsung belok kiri ambil kearah persimpangan patung dewa ruci. tidak sampai 1 KM dari bandara lihat kanan jalan ada bangunan besar yang ada logonya Boshe. Sudah ketemu deh sama tempatnya. kalau dari denpasar, lewat jalan Imam Bonjol aja, lurus sampai ketemu Sunset Road. Belok kiri ke patung dewaruci lagi. trus sampai mall galeria lihat kiri jalan. 500 meter dikiri jalan lokasinya.

Saya lumayan beruntung kesana sewaktu ada event seru. Sexy dancer dan sexy fashion show nya menggiurkan juga. Mbak Eropah timurnya menggoda uey. Dan kalau beruntung seperti saya bisa dapet pas two pieces pakaiannya :D. Music nya? Sound system? Jangan kawatir. Sound nya enak koq. Live music band nya juga pilihan. Saya pribadi suka dengan club ini karena langit langitnya tinggi. jadi ngga pedih kalau ngerokok. Asepnya langsung naik ke atas.

2. Kawasan Legian
Kawasan bule ini memang penuh dengan pertokoan dan night club yang seru seru. Terhitung dari ujung legian, masuk ke ground zero sampai tembus jalan kuta raya ada sekitar 20an night club lebih. Yang terkenal sebut saja Embargo, Sky Garden, Bounty, Padi’s Club. Ngga asing kan dengan nama nama itu. Nanti kalau saya udah ada waktu dan duit saya akan mapping dan saya ceritakan disini ya. Mostly mereka ngga mengenakan cover charge untuk bule bule yang masuk, karena ntar mereka pasti beli minum di dalem. Kalau buat orang Indonesia malah harus dikenakan DC awal. IDR 50K juga. Ngga mahal. Welcome drink nya 1 botol kecil beer. Bintang apa Hieneken ya? Lupa

Mau kesana? paling gampang sie naik taksi. kenapa taksi, karena malam2 transportasi ya adanya itu. Kedua sistem transportasi public di bali itu payah. Jadi harus taksi. Kalau dari kuta, lurus aja sampai ujung belok kanan sampai mentok dan ke kanan lagi. mentok lagi kan ya, trus belok kanan. Sampailah anda di jalan legian. tinggal pilih mana yang cocok dengan selera dan budget anda. di google map komplit sie, cuma males embed petanya kesini :D.
Ada satu minuman sayang saya ngga tau namanya. Ditaruhnya didalam botol plastik 250 ML. warna dan rasanya macam macam. Mirip2 koktail gitu. Alcoholnya lumayan rendah, ngga akan jackpot deh kalau minum. Paling celeng aja sambil geleng2 ngga jelas :D. Ada arak bali didalamnya kalau menurut saya. Ada perasa nya, dan vodka, ah ya, ada vodka didalamnya. Ada namanya tapi saya lupa. IDR 65k untuk per single nya.

Musicnya you know lah. Live Dj, ada remix nya, ada Live music sesuai selera. Especially Sky Garden, I love the restaurant. Steaknya enak. Pizza nya enak. Soupnya enak. Keju Makaroninya juga enak. Hehehe, maaf, dilidah saya cuma ada 2 jenis makanan, makanan enak dan makanan enak banget. Yang saya kagum dari tempat ini adalah ada 3 kompartemen party nya. Dan ketikanya ditempat yang sama. Lounge lantai 1 nya menampilkan house music dan live DC. Didepan ada live music. restoran ada live music, lantai 2 nya ada party room lagi. Dengan sekat yang tidak seberapa, music nya tidak saling mengganggu.

Panjang ya? udah dulu ah, nantikan tulisan saya selanjutnya.
With Love
Dhani Kusuma

foto taken from only-rainbow.blogspot.com

Dua Empat

 

 

Pertama tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan anugerah dan rejekinya sehingga saya mampu bertahan hidup dan mencapai raihan saya sekarang ini.
*cukup pidatonya*

Jadi saya selalu buat resolusi setiap tahun sebagai salah satu target yang harus saya capai setiap tahunnya. Puji syukur nyaris semua resolusi saya diusia 23 tahun kemarin terlaksana dan sampai pada saat sekarang.
tahun kemarin saya sangat mengidamkan sebuah mobil kecil yang irit, berwarna putih yang akan menemani saya kemana mana, dan akhirnya tercapai. Dengan perasan keringat yang terkumpul akhirnya tertebus juga Katana GX rilisan tahun 1994 itu menjadi kendaraan harian saya.

Ditahun yang lalu pula saya mengincar posisi International Account Manager yang saya tempati sekarang. Akhirnya dapat juga, walau saya harus menyeberang pulau 400 KM jauhnya dari separuh hati saya yang saya tinggal di Semarang.

Tahun ini apa ya? di tahun ke 24 saya hidup ini, saya pengin mencicipi Ibu kota. Ingin mengais rejeki ditengah hiruk pikuk metropolitan disana. Saya kira tidak akan susah karena saya punya banyak teman. Atauuu saya bisa dapat tempat kerja satu level lebih tinggi di Semarang. Entah di perusahaan apa atau dengan posisi apa yang penting tidak downgrade.
Sama nganu, ehmm..

Saya mau menikah. Doakan saya ya..
Sampai jumpa di postingan tahun depan
*bersihin sarang laba laba dari blog

Terima kasih untuk semua yang sudah menemani, mengajari dan mencintai saya selama 24 tahun ini.

Pake telor istimewa untuk @mbandah yang mengucapkan untuk pertama kalinya jam 12.01. Love you

with love,

Danindra

*gambar dari sini